Rayu 19 Perempuan Kesepian, Pria Ghana Ini Raup Rp 15 Miliar

Maurice Asola FadolaACCRA – Seorang pria asal Ghana merayu sejumlah perempuan kesepian di Inggris lewat situs kencan di internet dan meraup uang ratusan ribu poundsterling dari para korbannya.

Maurice Asola Fadola memang jago merayu perempuan yang tengah kesepian. Fadola tak segan mengirim bunga saat korbannya berulang tahun dan menghujani mereka dengan pujian hingga puisi romantis.

Setelah korbannya mulai mempercayai dirinya, Fadola kemudian mengaku tengah kesulitan keuangan dan meminta para korbannya mengirimkan uang. Uang dari para korbannya itu dia gunakan untuk membangun sebuah rumah mewah, yang di beberapa bagiannya dilapisi emas, di dekat ibu kota Accra.

Setelah sekitar tiga tahun beraksi, Fadola berhasil menipu 19 perempuan Inggris dan diyakini dari para perempuan itu Fadola berhasil meraup 800.000 poundsterling atau lebih dari Rp 15 miliar.

Salah satu tipuan Fadola adalah dia mengaku sebagai seorang mayor jenderal asal AS yang tengah bertugas di Irak dan membutuhkan uang untuk biaya perawatan medis, masalah pabean hingga menyogok atasan agar dia bisa keluar dari ketentaraan.

Investasi “bodong”

Salah seorang korbannya adalah Katherine Clark (71) asal Southsea, Hampshire. Perempuan tua itu kini berada di Ghana untuk memberikan bukti soal kebohongan Fadola kepada aparat hukum setempat.

Katherine, yang sudah menjanda selama 30 tahun sejak suaminya meninggal dunia, merasa mendapatkan kembali kehangatan seorang pria saat mengenal Fadola lewat sebuah situs kencan online. Kepada Katherine, Fadola mengaku bernama Bruce, seorang kontraktor yang tinggal di London.

“Dia membuat saya merasa nyaman, dia membuat saya merasa dibutuhkan dan saya yakin pria ini adalah sosok nyata. Intinya, saya merasa sangat senang,” ujar Katherina.

Setelah berhasil meraih kepercayaan Katherine, Fadola kemudian mengatakan dia akan pindah ke Ghana untuk mengembangkan usaha pertambangan. Dengan alasan itulah dia meminta uang dari Katherine.

Tak hanya memberi uang, Katherine bahkan menyempatkan diri terbang ke Ghana dengan harapan bisa bertemu dengan Bruce.

Di Ghana, Katherine bertemu Fadola yang mengaku sebagai sopir pribadi Bruce. Fadola lalu membawa Katherine ke kediaman “Bruce” yang mewah. Di sana pula Fadola memperlihatkan sejumlah emas sebagai bukti investasi usaha pertambangan Bruce bukan omong kosong.

Fadola kemudian membual bahwa Bruce terlibat masalah dengan hukum dan membutuhkan uang sebagai jaminan.

Terbongkar

Dalam kasus lain, Dena White, seorang janda berusia 57 tahun, kehilangan rumahnya setelah dia menggadaikan kembali propertinya itu dan menggunakan tabungannya sebesar 50.000 poundsterling atau hampir sebesar Rp 1 miliar untuk membantu Fadola yang kali ini mengaku bernama Steve Moon.

Kepada Dena, Fadola alias Steve Moon mengaku dia tengah terlibat dalam sebuah sengketa hukum terkait medali penghargaan yang diperolehnya di saat menjalankan tugas negara sebagai anggota angkatan darat.

Fadola meminta bantuan kepada Dena karena dia kesulitan untuk mengakses tabungannya karena dia masih menjalankan tugas di Irak.

Kejahatan Fadola terungkap ketika dia akan mengajukan visa Inggris. Saat mengajukan visa itulah Fadola membeberkan identitas aslinya ke Badan Kriminal Nasional, yang tengah menyelidiki kasus seorang perempuan cacat yang dipaksa menjual rumahnya dan mengirimkan uangnya ke Ghana.

Kini setelah tiga tahun beraksi, Fadola kena batunya dan mendapatkan ganjaran hukuman lima tahun penjara dan dia harus mengembalikan seluruh uang yang diperolehnya dari para perempuan itu.

Fadola diyakini tidak hanya mengincar perempuan Inggris. Aksi tipu-tipu pria Ghana itu ternyata menyebar di Inggris, Perancis, Italia dan AS. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *