Raskin di Matim Tidak Sesuai Ukuran

raskinManggarai Timur, NTT, (BIN) – Warga masyarakat desa Gurung Liwut Kecamatan Borong Kabupaten Manggarai Timur (Matim) mempersoalkan bantuan beras untuk rakyat miskin (Raskin) ke wilayah itu karena beras yang disalurkan tidak sesuai dengan total uang yang dibayar masyarakat.

Warga masyarakat desa Gurung Liwut, Philipus dan Anton, kepada wartawan di Borong, Senin (17/11) mengatakan pembagian beras Raskin di tingkat pemerintah desa Gurung Liwut , langsung ditolak oleh masyarakat. Hal itu karena berat beras Raskin tersebut tidak sesuai dengan jatah yang telah ditentukan.

“Beras sudah turun di desa, tapi ukuran beras yang mau dibagi ke masyarakat beratnya tidak sesuai. Ukuran berat yang dikemas dalam satu karung kecil itu ditulis berat 15 kg, tapi setelah masing-masing warga ukur kembali, beratnya cuma 12 kg. Coba dihitung setiap karung hilang sebanyak 3 kg,” ungkap mereka.

Sesuai ketentuan jatah Raskin untuk setiap Rumah Tangga Sasaran (RTS) adalah 15 kg. Penyaluran Raskin ke desa Gurung Liwut untuk jatah Januari-Desember. Artinya jatah Raskin per RTS selama 12 bulan, sebanyak 12 karung berukuran 15 kg/karung atau total beratnya 180 kg. Karena terjadi kurang sebanyak 3 kg setiap kemasan karung, maka total yang diterima sebanyak 144 kg atau kuran 36 kg per RTS.

Sementara Kepala bagian (Kabag) ekonomi, Lorens Hambu, yang ditemui di Borong, Selasa (18/11) mengatakan, pihaknya telah mendapat laporan itu dari masyarakat dan setelah dicek langsung ke lapangan, diketahui persoalan itu terjadi di satu dusun dari Empat dusun di wilayah desa Gurung Liwut, yakni Dusun Lidi. Untuk Tiga dusun lainnya tidak ada soal dan berasnya telah diterima masyarakat

“Saya dengan pihak dari dolog Ruteng sudah cek. Beras ini dibagi di setiap dusun masing-masing, dan di dusun Lidi yang belum bagi karena masyarakat menolaknya. Katanya ukuran untuk jatah beras itu tidak sesuai dengan uang yang mereka kumpul. Dolog belum bisa ambil sikap karena yang didusun lain beras itu sudah dibagi ke warga,” kata Hambu.

Menurut dia, pihaknya telah menyurati kepala desa (Kades) Gurung Liwut datang ke kantor untuk bisa menjelaskan hal tersebut. Jumlah RTS penerima Raskin di wilayah desa itu sebanyak 208 dengan total Raskin sebanyak 37.440 kg untuk jatah bulan Januari-Desember 2014. Penyaluran Raskin tahun 2014 telah mencapai 100 persen.

“Untuk persoalan di Gurung Liwut itu, kita sudah surati Kades supaya bisa klarifikasi. Waktu saya dan pihak dolog turun ke desa itu, tidak berhasil ketemu Kadesnya dan hanya ketemu warga dusun Lidi. sekarang kita masih menunggu klarifikasi dari Kades,” Tegas Hambu. (FR-YS)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment