Pukuli Demonstran, Tujuh Polisi Hong Kong Ditahan

2a46eb99-6163-49d6-96b2-0f7eaab32727_169Hong Kong – Tujuh polisi Hong Kong ditahan atas kasus kekerasan terhadap para demonstran pro-demokrasi pekan lalu di pusat bisnis wilayah otonomi Tiongkok tersebut.

Tindakan ketujuh pelaku terekam oleh kamera salah satu kru stasiun televisi di wilayah Admiralty pada 15 Oktober lalu saat petugas hendak membubarkan demonstran. Rekaman ini tersebar di internet dan memicu kecaman dari publik, politisi dan pegiat HAM.

Dalam rekaman tersebut, para pelaku menyeret seorang aktivis ke sudut gelap dan memukuli serta menendangi korban yang tidak berdaya, sementara polisi lainnya hanya melihat.

Korban diketahui adalah Ken Tsang, anggota organisasi politik Partai Sipil.

Dia juga merupakan pekerja sosial dan menjadi salah satu dari 1.200 anggota komisi pemilihan umum yang memilih pemimpin Hong Kong.

Foto yang dikeluarkan Partai Sipil menunjukkan memar di wajah dan punggung Ken.

Polisi membantah kritikan yang mengatakan bahwa mereka terlalu lambat bertindak. Menurut polisi, penahanan lama dilakukan karena Ken tidak menghadiri identifikasi pelaku.

Penahanan ini terjadi di tengah upaya polisi yang kian gencar membubarkan demonstrasi di Hong Kong. Rabu kemarin, polisi menggusur barikade dan tenda para demonstran di wilayah Mong Kok.

Penggusuran dan pembersihan ini dilakukan atas perintah pengadilan menyusul keluhan warga yang merasa terganggu bisnis dan pekerjaannya akibat aksi demo massa.

Dalam upaya pembersihan Mong Kok, sebanyak 159 orang ditahan, termasuk Joshua Wong, 18, pemimpin demonstrasi mahasiwa yang menuntut demokrasi di Hong Kong.

Aksi ini telah berlangsung selama dua bulan menyusul keputusan Tiongkok yang tidak akan memberikan kebebasan demokrasi bagi Hong Kong dalam memilih sendiri pemimpin mereka.

Pada puncak aksi awal Oktober lalu, puluhan ribu orang menyemut di tiga lokasi di Hong Kong, bermalam dengan mendirikan tenda. Namun jumlahnya terus menurun belakangan ini dan dukungan terhadap mereka juga anjlok.

Dalam jajak pendapat Universitas Hong Kong dengan 513 responden, 83 persen di antaranya mengatakan bahwa demonstran harus berhenti dan mengosongkan jalan utama kota Hong Kong, sementara hanya 13 persen yang mendukung mereka.

Sejak dimulai pada 28 September lalu, 421 orang terluka, termasuk di antaranya 79 wanita, berdasarkan data Departemen Penerangan Hong Kong.

(CNN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *