BINPERS

Berita Investigasi Nasional

PT.HPA Kembali Polisikan Erwin

“ Polisi terkesan paksakan kasus ini, tidak melihat siapa sebenarnya PT.HPA. Perizinannya sudah dicabut kalau masih operasi itu ilegal, lalu Ada apa dengan Polisi.”

borgolSAMPIT, KALTENG, (BIN) – Upaya PT.HATI PRIMA AGRO (PT.HPA) tidak surut-surutnya untuk mempidanakan Erwin, setelah dinyataka bebas dari tututan Jaksa di Pengadilan Negeri Sampit dan sudah dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Agung yang sudah Ingkrah menyatakan bahwa Erwin tidak bersalah dan bebas dari segala macam tuntutan.

Baru saja Erwin bernapas lega menerima kemenangan ini, tidak diduga Polisi kembali menangkap dan menahan Erwin sejak 15 Oktober 2014 yang lalu dengan tuduhan yang sama bahwa PT.HPA kembali melaporkan Erwin dalam kasus yang sama yakni mencuri buah Kelapa Sawit.

Hal ini membuat bingung beberapa elemen masyarakat terutama keluarga besar Erwin dan Kuasa Hukumnya tentang penegakan hukum di negeri ini. “Polisi terkesan memaksakan kasus ini untuk menjerat dan mempidanakan Erwin kembali, kasus ini semacam pesanan dan keadilan di negeri ini susah untuk didapatkan,” ungkap Hj.Siti Aisyah Bunda Erwin.

“Saya tidak terima kalau anak saya dituduh mencuri, padahal dia(Erwin) baru saja dinyatakan menang dan bebas dari segala macan tuntutan Jaksa tentang tuduhan yang sama, kalau anak saya masih ditangkap berarti keadilan dinegeri ini tidak ada,” Ujar Bunda Erwin.

Sebagaimana telah diketahui bahwa Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA.RI) telah mengeluarkan keputusan yang berkekuatan tetap mengenai PT.HPA dengan keputusan MA Nomor : 435 K/TUN/2013 tanggal 24 Desember 2013 yang telah menerima permohonan kasasi Kementrian Kehutanan Republik Indonesia, yang sekaligus membatalkan keputusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara Jakarta dengan Nomor : 35/B/2013/PT.TUN.JKT tanggal 20 Mei 2013 juga menguatkan keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara Palangka Raya Nomor 12/G/2012/PTUN-PLK tanggal 4 Desember 2012.

Pasca dikeluarkannya keputusan MA tersebut yang mengabulkan Kasasi dari Kementrian Kehutanan RI yang memutuskan bahwa SK Mentri Kehutanan Nomor : SK.51/Menhut-II/08 tanggal 11 Meret 2008 tentang pencabutan IPKH untuk usaha budidaya Perkebunan Kelapa Sawit atas nama PT.Hati Prima Agro, maka berarti PT.HPA telah membuka lahan di areal dimaksud sejak tahun 2009/2010 sudah dinyatakan tidak syah / Ilegal.

Bupati Kotawaringin Timur H.Supian Hadi S.Ikom, turut berkomentar yang dilangsir beberapa media lokal bahwa pada intinya Izin PT.HPA yang berlokasi di Kecamatan Antang Kalang Kabupaten Kotawaringin Timur sudah dicabut, kalau saja PT.HPA tersebut masih beroperasi maka segara dilaporkan ke pihak yang berwajib dan segera ditangkap.

Pertanyaan nya, “Kenapa Polisi masih saja menerima Laporan PT.HPA untuk menangkap Erwin sedangkan PT.HPA itu sudah tidak ada dan dinyatakan illegal, Kenapa Polisi tidak menangkap PT.HPA,”berarti tindakan Polisi bertentangan dengan Bupati Kotim, Ada apa dengan Polisi,” Ungkap Bunda Erwin

Saat ini Pemkab Kotim telah melakukan seleksi sejumlah Investor yang telah mengajukan permohonan untuk Pengganti lahan yang dikuasai PT.HPA yang kini perizinannya telah dicabut, Langkah tersebut untuk menindaklanjuti keputusan MA yang menegaskan bahwa status lahan tersebut sudah dikembalikan ke Negara. Sampai dengan berita ini dinaikan Pihak Kepolisian ( Penyidik ) belum sempat ditemui (***nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *