Potensi Budidaya Perikanan di Pati

Penyerahan Benih Ikan Oleh Bupati H. Haryanto
Penyerahan Benih Ikan Oleh Bupati H. Haryanto

Pati, Jateng, (BIN) – Kabupaten Pati mempunyai lahan tambak air payau mencapai seluas 10.406 Ha. Lahan tersebut memiliki potensi yang melimpah untuk pengembangan budidaya ikan air tawar maupun air payau. Sehingga tak heran, jika ribuan warga Pati mulai tergerak membudidayakan ikan untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Untuk memenuhi kebutuhan petani tersebut telah dilakukan penyerahan bantuan benih ikan di Desa Bakaran Kulon Kecamatan Juwana oleh Bupati Pati belum lama ini. Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Dislautkan) Kabupaten Pati, Ir. Edi Martanto mengatakan bahwa luas lahan tambak air payau di Pati mencapai 10.406 Hektare tersebar di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Trangkil, Wedarijaksa, Juwana, dan Batangan dengan jumlah pembudidaya tambak sebanyak 9.125 orang.

“Sedang untuk budidaya ikan tawar berupa kolam lele secara simultan telah berkembang di seluruh pelosok Kabupatèn Pati dengan luas lahan 29 Hektare dengan pembudidaya sebanyak 1.116 orang. Selain itu, juga ada budidaya ikan polikultur bandeng air tawar bersama ikan nila, bawal dan ikan mas yang berada di Kecamatan Kayen, Gabus, dan Sukolilo seluas 405 Hektare dengan jumlah pembudidaya sebanyak 364 orang,” katanya.

Untuk menopang peningkatan produksi perikanan budidaya, Pemkab Pati melakukan sistem demfarm budidaya udang vanname yang dilaksanakan oleh kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN) “Truno Makmur” Tayu seluas 10 Hektare, Pokdakan “Udang Sejahtera” Juwana seluas 5 Hektare, dan Pokdakan “Barokah” Batangan seluas 5 Hektare. Diberikan pula bantuan sarana kepada ketiga Pokdakan tersebut berupa 200 rol plastic mulsa, 20 unit pompa air, 20 unit genset dan 320 unit kincir. Sedangkan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan Perikanan Budidaya (PUMP-PB) untuk tahun 2014 mendapat alokasi dana 2,1 Milyar rupiah untuk 60 kelompok pembudidaya ikan (POKDAKAN).

Selain itu dilaksanakan pula program peningkatan prasarana dan sarana budidaya dalam mendukung pengembangan kawasan minapolitan perikanan budidaya. “Bentuknya berupa pembangunan atau rehabilitasi jalan produksi tambak, jembatan, talud permanen, normalisasi saluran irigasi tambak, pembangunan handling space / tempat penanganan hasil, pemasangan jaringan listrik dan pembangunan Posikandu (Pos Kesehatan Ikan Terpadu)”, tambah Edi Martanto.

Saat menyerahkan bantuan benih kepada ratusan pembudidaya ikan di Desa Bakaran Kulon pada Rabu (22/10) lalu, Bupati Pati H. Haryanto kepada wartawan mengatakan bantuan yang ditargetkan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI untuk menjadikan Indonesia produsen ikan terbesar di dunia pada 2015 telah diserahkan kepada para pembudidaya yang sudah berjalan dan berproduksi.

“Sehingga kalau pemerintah mengapresiasi dengan memotivasi dan memberikan bantuan kepada pembudidaya, tidak lain agar produksinya meningkat,” kata Bupati.

Bantuan benih ikan yang diserahkan kepada ratusan pembudidaya ikan air tawar dan air payau sebanyak 2.400.000 ekor bandeng, 750.000 ekor benih ikan nila dan 1.646.000 ekor benih ikan lele. (Indro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *