BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Penggunaan DAK Pendidikan Kabupaten Nias Selatan Diduga Sarat Korupsi

ilustrasi korupsi DAKNias Selatan,(BIN) – Realisasi penggunaan dana alokasi khusus (DAK) T.A 2014 bidang pendindikan Kabupaten Nias Selatan (Nisel) diduga menjadi “lahan basah” dan sarat perilaku tindak pidana korupsi para pejabat terkait.

Dari sejumlah dugaan praktek korupsi yang terjadi, salah satu dugaan kuat atas hasil temuan Investigasi LSM Lembaga Pemantau Korupsi Pejabat Pemerintah Daerah(LPK-P2D) Nias Selatan adalah pembangunan dua ruang kelas baru di SDN No 071217 Sifalago Susua Boe, dengan Nilai kontrak Rp 264.000.000 (Dua ratus enam puluh juta rupiah). Pasalnya pada pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan petunjuk teknis DAK. Akibatnya konstruksi bangunan ini jauh dari standar kualitas mulai dari penggalian fondasi yang tidak dilakukan hingga perbandingan semen yang tidak layak dijadikan mutu, sehingga terindikasi telah merugikan keuangan Negara.

Selain itu, saat tim LSM mengabadikan foto bangunan tersebut sempat terjadi bentrok mulut akibat ulah dari seorang warga yang hendak menghalang-halangi dan mengaku sebagai komite. Bukan itu saja, sempat terjadi pertikaian yang sempat menggegerkan warga karena kecenderungan orang dekat kepala sekolah memaksa dokumen (foto) tersebut dihapus.

Sementara itu ketika ketua LPK-P2D Nias Selatan Fabo’oni Zaita,SH melakukan konfirmasi kepada kepala dinas pendindikan setempat agar penyimpangan pada pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang dimaksud segera di tindaklanjuti, namun sampai saat ini tidak ada respon untuk melakukan pengawasan yang lebih efektif. Ironisnya justru dinas pendindikan kabupaten Nisel melakukan pembiaran atas hal tersebut, sehingga masyarakat berasumsi bahwa telah terjadi konspirasi jahat antara kepala sekolah dan dinas pendindikan dalam penggunaan dana alokasi khusus yang dimaksud.(zet/tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *