Kota Pontianak Siapkan Diri Bentuk City Branding

image004Pontianak, (BIN) – Persatuan Pengusaha Periklanan Indonesia (P3I) Kalimantan Barat gelar seminar nasional dengan mengusung tema City Branding (21/11). Bertempat di Hotel Gajah Mada, seminar yang berlangsung satu hari dilanjutkan dengan Musyawarah Kerja Daerah dalam rangka mempersiapkan Kongres Nasional P3I yang rencananya digelar pada akhir tahun 2016. Walikota Pontianak, Sutarmidji hadir sebagai narasumber memberikan paparan tentang City Branding Kota Pontianak. Dalam paparannya, Sutarmidji menyatakan bahwa Kota Pontianak sudah dalam langkah awal membentuk city branding.

“Untuk mencapai city branding yang kita inginkan langkah awal yang sudah dilakukan sekarang ini adalah mempersiapkan infrastruktur dan sumber daya manusianya. Karena kalau dua faktor itu tidak disiapkan maksimal maka akan muncul banyak hambatan ke depannya,” jelas Midji.

Mengingat kondisi sumber daya alam Kota Pontianak yang terbatas, Wali Kota Pontianak dengan jelas menentukan arah perkembangan Kota Pontianak sebagai Kota Jasa dan Perdagangan. Untuk itu perlu diwujudkan lingkungan yang aman.

“Kami sudah mencanangkan Kota Pontianak Tertib Aturan, melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik dan transparan, sehingga masyarakat merasa aman dan semakin banyak investor yang datang, serta semakin banyak kegiatan-kegiatan baik itu tingkat propinsi, nasional maupun internasional bisa digelar disini,” ungkap Midji.

Senada, Ketua Umum P3I Harris Thajep memberikan respon positif digelarnya seminar nasional. “Saya melihat semangat pengurus daerah P3I dan Pemerintah Kota Pontianak ini sangat tinggi untuk membentuk city branding,” jelas Harris Thajep. Ia melihat Kota Pontianak sudah berada di jalur yang benar dalam rangka mewujudkan city branding yang diinginkan.

“Dari penjelasan Pak Wali tadi, kita bisa lihat sama-sama bagaimana Kota Pontianak sendiri sudah memiliki perencanaan yang matang beserta langkah-langkah apa yang akan dilakukan,” tuturnya.

Harry Thajep juga menjelaskan tentang pentingnya pembentukan city branding yang baik, karena efek ke depannya akan dirasakan oleh seluruh komponen masyarakat. “City branding ini nantinya dapat menggerakkan roda perekonomian, karena dapat mendatangkan lebih banyak orang lagi untuk berkunjung ke Pontianak dengan berbagai tujuan yang baik,” jelasnya. (BG-Uli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *