Kasus PT Seloko Tanjung Riau Belum Jelas

Kapolsek Sekupang Kompol Rimsyah , SikKepri Batam, (BIN) –  Waktu terus berputar, namun teka-teki dugaan tindak pidana PT Seloko Tanjung Riau pada Tanggal 30 September 2014 yang lalu belum juga terjawab.

Pantauan wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN), terlihat tim gabungan penegak hukum yang terdiri dari kepolisian Sekupang, kejari  Batam dan TNI berada di suatu perusahaan tersebut sudah lebih satu bulan lamanya. Belum diketahui penyebab yang jelas, penegak hukum mendatangi pihak perusahaan yang tertutup dengan tembok setinggi kurang lebih 3 Meter, sehingga tidak tampak kegiatan apa yang ada di perusahaan tersebut. Terpantau juga bahwa di perusahan PT Selako Shipyard terdapat  kendaraan hasil bumi atau BBM, tetapi tidak tau jenis BBM apa yang di dalam.

Saat tim gabungan penegak hukum mendatangi PT Selako, terendus bahwa Kepolisian Sekupang hanya memback-up Kejaksaan untuk melaksanakan eksekusi Tongkang. Keesokan harinya wartawan menerima kabar bahwa adanya limbah di dalam perusahaan yang tidak mempunyai izin sampai melakukan penimbunan di dalam perusahan.

Pada beberapa hari kemudian, Komisi III melakukan sidak Ke PT Selako untuk melihat apa yang dilakukan perusahaan. Menurut informasi yang diterima wartawan bahwa PT Selako Shipyard melakukan Reklamasi Pantai atau Laut.

Kapolsek Sekupang Kompol Rimsyah, Sik. MM yang ditemui Korwil Media BIN terkait Transparansi, Kejujuran, dan Terbuka Penyidikan PT Seloko beberapa waktu lalu mengatakan, “Kepolisian  bersama Kejaksaan melakukan penyidikan terkait adanya tindak pidana Tongkang, dan juga terdapat penampungan limbah. Terkait limbah pihak perusahaan menunjukan surat resmi terkait limbah tersebut.”

Saat ditanya apakah kepolisian memiliki surat yang ditunjukan ? dan apakah bapak (Kapolsek, red) dibawah tekanan pimpinan dalam melakukan tugas kepolisian berdasarkan undang-undang? Kapolsek menjawab, “Pihak Kepolisian hanya melihat  surat itu, dan tidak memperlihatkan informasi transparan data. Pimpinan Kepolisian atau Pimpinan kami tidak menekan, dan saya malah setuju dengan kebijakan Pimpinan kami. Ini ada wartawan seolah-olah yang tidak-tidak, apa yang dimaksud ?  bukan anda yang saya maksud,”sambil menepis pemberitaan-pemberitaan yang muncul.

Begitupun saat ditanya tentang adanya aktivitas Reklamasi  pantai, apakah dilakukan dengan transparan? Kalrena transparansi dan akuntabel adalah buka-bukaan yang bersifat jujur,  kapolsek mengaku bahwa pihaknya belum mengetahui unsur pidananya.

“Terkait Reklamasi , saya tidak tau kalau ada pidananya, nanti saya cek,” tandas Kapolsek Sekupang sambil meninggalkan  wartawan Media BIN, karena akan melakukan razia.  (Arianto/Rahmat Pane)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *