Kapolda Kepri Tandatangai MoU dengan 4 Obvitnas

mou_polda_obvitnasBatam, KEPRI, (BIN) – Pada hari ini Kamis tanggal 06 November 2014 pukul 10.00 Wib s/d 12.00 wib, telah berlangsung Acara Penandatanganan Naskah Kerja Sama (Mou) antara Polda Kepri dengan 4 Obvitnas di Wilayah Kepri  dipimpin langsung oleh Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Arman Depari, di Gedung Lancang Kuning Mapolda Kepri dan dihadiri oleh DirPamobvit Baharkam Polri, Ditjen Kementrian Perindustrian, Gubernur Kepulauan Riau atau yang diwakili, Para Pejabat Utama Polda Kepri, Dandim dan Danyon 134 Ts, Walikota / bupati se Provinsi Kepulauan riau, Para otoritas Pengelola Obyek Vital Nasional, Ketua BP Batam, BP bintan, Ketua HKI Kepulauan Riau, Ketua Apindo Provinsi dan Para Ketua serikat Pekerja. Keempat Obvitnas tersebut adalah Batamindo Industrial Park, Bintan Industrial Estate, Panbil Industrial estate dan Kabil Industri estate. Hal terbut disampaikan Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono, SH di ruang kerjanya, Kamis (06/11).

Dalam sambutan Kapolda Kepri Brigjen Pol. Drs. Arman Depari mengatakan bahwa Penandatanganan kesepahaman ini merupakan implementasi dari kepres RI nomor : 63 tahun 2004 tentang pengamanan obyek vital nasional dan undang – undang nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam rangka pengamanan obyek vital nasional bertanggung jawab atas penyelenggara pengamanan internal masing – masing dan polri berkewajiban memberi bantuan pengamanan terhadap obyek vital nasional serta bersama – sama menentukan konfigurasi standart pengamanan yang meliputi kekuatan personile beserta sarana dan prasarananya.

Dalam operasionalnya, Kata Kapolda, pengelola kawasan industri yang ada di Kepulauan riau dan polda Kepri akan mengadakan tukar menukar informasi dan konsultasi tentang manajemen pengamanan yang berkaitan dengan pembinaan sistem manajemen pengamanan. Bentuk sisitem manajemen pengamanan kawasan industri akan dibedakan dalam tiga situasi yaitu : Situasi Aman, Situasi Rawan dan Situasi Sangat Rawan.

“Pada saat situasi aman, Pengamanan dilaksanakan secara internal oleh pengelola kawasan industri yang ada di Kepulauan Riau. Pada situasi rawan, Pengamanan akan dilakukan baik oleh pengelola dan Kepolisian serta dibantu oleh pihak TNI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan.  Pada situasi sangat rawan, Pengamanan akan dilaksanakan oleh pengelola dan Kepolisian serta dibantu oleh pihak TNI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan,” ujar Kapolda.

Dengan adanya nota kesepahaman ini, lanjunya, diharapkan dapat meningkatkan koordinasi bidang keamanan dan ketertiban serta mewujudkan sebuah sistem dan metode dalam menyelenggarakan pengamanan pada sektor industri di Kepulauan Riau, Sehingga diharapkan situasi kemananan tetap kondusif dalam mendukung segala kegiatan operasional tetap berjalan dengan lancar.

Sementara sambutan dari koordinator wilayah Himpunan Kawasan Industri (HKI) Bp. Oki Simatupang menyampaikan diantaranya bahwa ancaman dan gangguan kemananan di Indonesia dari waktu ke waktu kian berkembang dengan beragam risiko dan dampaknya. Meningkatnya kompleksitas persoalan masyarakat telah melahirkan beragam bentuk ancaman dan gangguan kemananan terhadap berbagai obyek vital nasional (Obvitnas). Berbagai kasus teror bom serta maraknya demonstrasi menunjukan bahwa ancaman dan gangguan kemananan di Indonesia telah menimbulkan kerugian finansial, aset dan bahkan korban jiwa. Boyek vital nasional (Obvitnas) memiliki peran yang cukup strategis dalam mendorong pembangunan nasional, sistem politik dan pemerintahan serta keamanan nasional.

Menindaklanjuti hal tersebut, maka himpunan kawasan industri indonesia (HKI) korwil I, bekerjasama dengan Polda Kepri telah melaksanakan penandatanganan nota kesepakatan antara Polda Kepri dengan 4 kawasan industri di Kepri yaitu Batamindo Industrial Park, Bintan Industrial Estate, Panbil Industrial estate dan Kabil Industri estate, tentang pengamanan bagi kawasan industri yang telah ditetapkan menjadi Objek Vital Nasional. (Ariyanto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *