Kapolda Kalbar: Tidak boleh ada lagi mafia hukum dan permainan

FOTO: Brigjen Pol. Arief Sulistyanto Kapolda Kalbar Bersama Wakil Kapolda
FOTO: Brigjen Pol. Arief Sulistyanto Kapolda Kalbar Bersama Wakil Kapolda

Pontianak, (BIN) – Dalam proses penegakan hukum tidak boleh ada lagi mafia hukum dan tidak ada lagi permainan-permainan dalam proses penegakan hukum. “Selama ini apa yang telah kita kerjakan hendaknya lebih ditingkatkan lagi,” tegas Brigjen Pol. Arief Sulistyanto, Kapolda Kalbar, Kamis (6/11 2014) kemarin, dalam acara Coffee morning bersama wartawan di aula mapolda.

Kapolda juga menambahkan dengan tertangkapnya Samir oleh jajaran Dirkrimsus Polda Kalbar, ia merupakan satu dari tiga pemasok biji emas tanpa ijin (ilegal) di wilayah Singkawang, Bengkayang, Sambas. Menurut keterangan Kapolda biji emas tersebut disuplay Samir kepada haji Tuki.

Terungkapnya keterlibatan Samir, lanjut Kapolda, setelah penyidik memeriksa dan mengembangkan kasus Haji Tuki. Ditangkapnya Samir, kaya dia, terkait erat dengan emas-emas yang dipasoknya kepada haji Tuki.

“Terbongkaranya perbuatan Samir ketika penyidik menemukan adanya aliran dana yang diindentifikasi dari transaksi rekening Bank jumlahnya sangat besar senilai meliaran Rupiah. Didalam UU No 4 tahun 2009 pasal 3,4,5 No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang,” ungkapnya.

Dikatakannya juga, para penyidik Reskrimsus bekerja dengan profesional dalam mengungkap kasus ini, dan paham betul dalam melakukan tindakan serta komprehensif.

“Apabila tersangka ada pembelaan diri melalui media masa sekedar membuat statement, sebaiknya disimpan saja, buktikan nanti di persidangan,” tandasnya.

Menurut, justru hal tersebut akan menimbulkan kegigihan penyidik untuk membuktikan apa yang diucapkannya di media tidak benar, pungkasnya. (NURJANI)

Editor: Lucky’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *