Ini, Cara Bupati Sarolangun Memutus Mata Rantai Aktivitas PETI

bupati cek endraSarolangun, Jambi (BIN) – Rencananya razia terpadu penertiban terhadap Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) senin (10/11) akan dilaksanakan. Razia dompeng dilakukan dalam bentuk pendekatan persuasif bagi oknum pengelola PETI dalam bentuk pemberitahuan dan teguran. Razia tersebut sifatnya menghalau, yang terpenting memutus mata rantai kebutuhan dompeng yakni dengan cara menyetop minyak (BBM) bagi keperluan aktivitas PETI. Hal itu disampaikan oleh Bupati Sarolangun saat usai membuka acara P2WKSS di Desa Bangun Jayo kecamatan Bathin VIII.

Kepada sejumlah wartawan Bupati Sarolangun Drs.Cek Endra mengatakan, BBM merupakan salah satu kunci untuk melumpuhkan aktivitas Dompeng (PETI) mulai hari senin POM bensin akan dijaga ketat agar masyarakat tidak bebas mengisi BBM untuk keperluan Dompeng.

“ Mulai senin setiap POM bensin akan dilakukan penjagaan, agar orang-orang tidak bebas lagi untuk mengisi BBM aktivitas keperluan dompeng, dan kita akan jaga di beberapa titik iaitu di kecamatan Pelawan dan selembau guna untuk mengawasi kendaraan yang membawa BBM dalam menunjang aktivitas dompeng.yang terpenting tolong diawasi agar tidak ada oknum yang bermain sehingga terjadi Pungli, saya tidak inginkan itu “. Tegas Cek Endra Bupati Sarolangun.

Disinggung mengenai ada oknum PNS dan oknum kades yang kedapatan bermain Dompeng Cek Endra mengatakan dirinya akan bertindak tegas.

“ Tolong dilaporkan dan namanya dicatat kalau ada oknum PNS yang terlibat PETI Saya akan tindak tegas dan kita beri sanksi sesuai PP no 53 dan untuk oknum honorer dan oknum kades akan kita berhentikan secara langsung karena itu merupakan kewenangan Bupati “. Kata Bupati Sarolangun. (Na – BIN)

Satu tanggapan untuk “Ini, Cara Bupati Sarolangun Memutus Mata Rantai Aktivitas PETI

  • 10 November 2014 pada 22:27
    Permalink

    Tak ada kata-kata terlambat, Exelent.. bravo bupati, tak perlu lagi tembak2an antara aparat penegak hukum (aph) dengan masyarakat dilokasi penambangan emas tanpa izin (peti), jika seluruh perangkat daerah serius ingin memberantas peti yang sudah meracuni seluruh insan pengguna air sungai, maka selayaknya kita memperjuangkan hak kita untuk dapat menggunakan sungai kita kembali, mari kita dukung instruksi bapak bupati ini..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *