Ingin Miliki Kebun Kelapa Sawit, Masyarakat Bukit Jaya Kehilangan Nyawa

Foto: Ilustrasi
Foto: Ilustrasi

Muaro Jambi, S.Bahar, (BIN) – Setelah mengklaim ratusan hektar kebun Sawit milik warga Bukit Jaya Unit 21 Sungai Bahar, Kecamatan Sungai Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, pada tanggal 24/9/2014, (berita pengkliman ini telah dimuat Tabloid BIN ini pada Edisi 101-10 lalu), pada tanggal 12/10-2014 kembali warga Pagar Desa, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Banyuasin, Palembang tersebut mendatangi perkebunan Kelapa Sawit warga Bukit Jaya sekitar 30 orang.

Menurut Kepala Desa Bukit Jaya Mujahidin dan Ketua KUD Yeana Hendana, sejak kebun Kelapa Sawit mereka diklaim sebahagian warga Pagar Desa tersebut, semua laki-laki dari Desa Bukit Jaya tersebut setiap hari bersiaga menjaga kebun mereka. “Akhirnya pada hari Minggu (12/10-2014) sekitar 30 orang kembali lagi datang kekebun tersebut, kebetulan salah satu mereka yang mengklaim Kebun Sait mereka itu bernama Saiful. Melihat banyaknya warga Bukit Jaya pada kebun tersebut Saiful bersama kawannya yang lain lari naik sepeda motor, tinggal hanya 10 orang lagi,” ujar kepala Desa.

Dari yang tinggal yang 10 orang ini, kata dia, warga dari Bukit Jaya menghadang mereka kedesa mereka Desa Bukit Jaya. Didepan desa inilah terjadi pertikaian dan ahirnya Manius (46 thn) meninggal karena dikeroyok banyak warga.

Mendengar berita ada keributan warga Bukit Jaya dan Pagar Desa, Kanit Immanuel Ginting SH,MH bersama anggotanya dari Polsek Sungai Bahar langsung menuju tempat kejadian. Setelah melihat bahwa Manius telah terkapar di depan Kantor Desa Bukit Jaya, Kanit langsung memerintahkan pada anggotanya agar menaikkan si korban serta 9 orang rombongan lainnya, dan korban di bawa ke RSU Daearah Sungai Bahar guna diotopsi, namun korban akhirnya harus dikirim ke RSU Mudtahir Jambi, dan kesembilan orang dibawa ke Polsek Sungai Bahar guna penyelidikan atas kejadian yang mengakibatkan Manius kehilangan nyawa.

Adapun orang yang ke 9 orang yang selamat tersebut yaitu 1. Supriadi (31 th), 2. Tovik (42 th), 3. Mulliadi (42 th), 4. Parman (42 th), 5. Abdul Rasid (44 th), 6. Binata (40 th), 7. Humman alias Kilik (46 th), 8. Sunarman (34 th), 9. Arisaputra (24 th) dan satu orang lainnya Nurman (30 th).

Menurut keterangan, yang 9 orang ini ketika memberi keterangan kepada Reskrim, mereka semuanya adalah ajakan dari Manius dan Saiful untuk mkelihat kebon kelapa sawit yang nantinya akan diberikan kepada rombongan 30 orang tersebut. Setelah selesai memberi keterangan kepada anggota Reskrim yang dipimpin oleh Kanit Immanuel SH,MH akhirnya ke 9 orang tersebut diantar ke Polsek Mestong di Sibapo dan dari sana mereka akan dikembalikan kerumahnya masing-masing. Atas kesepakatan bersama antara Polsek Sungai Bahar dan Polsek Bayunglincir.

Hadir pada malam itu di Polsek Sungai Bahar antara lain.Waka Polres Kompol Juhril Destrian SIK, Camat Sungai Bahar Sealatan Tusiyem SE, Polsek Bayunglincir serta Kepala desa Pagar Desa Yusrijal.

Hasil kesepakatan malam tersebut akan diadakan kembali pertemuan guna penyelesaiannya antara Kabupaten Muaro Jambi dengan Kabupaten Banyuasin pada hari Senin (13/10-2014) di Polsek Mestong Disibapo sekitar jam 3 wib sore. Dalam pertemuan dari Kabupaten Muaro Jambi Asisten I Drs.Buhdi dan Wakil Kapolres Muaro Jambi Kompol Zahril Destrian SIK, Camat Sungai Bahar Selaatan Tusiyem SE dan Kapolsek Sungai Bahar AKP Eddy. Sedangkan dari Kabupaten Banyuasin dipimpin Staf Ahli Bupati, dari Dinas Kehutanan, BPN, serta Camat Bayunglincir dan Kepala Desa Pagar Desa Yusrijal, membuat kesepakatan pada hari Jumat (17/10-2014) akan melihat dari dekat tempat Kebun Kelapa Sawit yang disegel atas nama Kelompok Tani KUD Mandiri dan tempat kejadian Manius yang dikeroyok hingga meninggal di tempat, di Desa Bukit Jaya tersbut. (JHP/Toni)

Editor: Lucky’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *