Gugatan Unyil Ditolak, Ali Musa Siapkan Upaya Hukum Kejutan

Sidang gugatan unyilSarolangun, Jambi, (BIN) – Pengadilan Negeri (PN) Sarolangun menolak gugatan pra peradilan Utih Hariyanto alias Unyil terhadap Polres Sarolangun. Dalam putusan yang dibacakan Hakim tunggal, Tengku Oyong SH, MH, Selasa (11/11) telah memutuskan menolak seluruh permohonan praperadilan yang diajukan Utih Hariyanto Alias Unyil dan membebankan seluruh biaya sidang kepada Negara. Hakim Tunggal Tengku Oyong, sebelum membacakan putusan terlebih dahulu memberikan penjelasan kepada pengunjung sidang, bahwa Sidang Pra peradilan bukan untuk memeriksa bersalah atau tidak bersalah, akan tetapi memeriksa terkait penangkapan, penahanan dan penyitaan terhadap warga negara.

Pengadilan menolak gugatan praperadilan Utih Hariyanto sebab menurut Hakim Tunggal Tengku Oyong proses penangkapan terhadap Unyil sudah sesuai prosedur yang berlaku beradasarkan keterangan saksi yang langsung melakukan penangkapan. Selain itu penangkapan Unyil juga didukung oleh bukti permulaan yang cukup yakni beradasarkan pengakuan tersangka Amir yang lebih dulu ditangkap.

Selanjutnya menurut hakim, penahanan yang dilakukan terhadap Unyil juga sudah sesuai prosedur. Penahanan dilakukan harus mempunyai landasan hukum yang jelas. Penahanan dilakukan karena tersangka dikhawatirkan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan mengulangi perbuatannya. ‘’Jadi Pengadilan menilai penahanan yang dilakukan terhadap pemohon sudah sesuai dengan ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku,’’. Kata T Oyong.

Selain itu pengadilan juga memutuskan penyitaan terhadap sepeda motor merk Yamaha Mio milik Unyil juga sudah sesuai prosedur dan dianggap sah, sebab motor tersebut digunakan pemohon unyil saat terjadinya kejadian yanag disangkakan kepada Unyil. Demikian halnya tuntuntan ganti rugi atas penahanan yang diajukan pemohon dinilai hakim tidak relevan dan ditolak pengadilan. Sedangkan tindakan penganiayaan yang diduga dilakukan kepada Unyil, pengadilan berpendapat apabila terjadi tindakan penganaiayaan, bukan pra peradilan penyelesaiannya, tapi dilaporkan kepada aparat hukum (Provost) untuk dilakukan penyelidikan.

Sementara itu kuasa hukum Unyil Alimusa Siregar SH, ketika dihubungi sejumlah wartawan mengatakan, keputusan Hakim tidak adil. Menurutnya hakim terlalu membenarkan termohon.

‘’Jelas mereka (termohon) memilik kesalahan dan dibenarkan hakim,’’ ungkap Ali Musa Siregar

Sementara itu menurut Ali Musa, hakim tidak mempertimbangkan sedikitpun keterangan saksi-saksi yang diajukan pemohon.

‘’Hakim hanya mendengarkan kesaksian saksi dari termohon, sedangkan keterangan saksi yang kita ajukan tidak didengarkan hakim sedikitpun,’’ tegasnya.

Namun menurut Ali Musa, meski guguatan pra peradilan ditolak, dirinya tidak patah arang. Menurutnya juga, pra peradilan hanya langkah awal upaya hukum yang dilakukan agar Unyil mendapatkan keadailan. Selanjutnya pihaknya menyiapkan upaya hukum kejutan.

‘’Kita sedang menyiapkan upaya hukum kejutan yang belum bisa saya sebutkan,’’ katanya.

Ketika didesak terkait upaya hukum apa yang yang dilakukan, Ali Musa tetap merahasiakannya. ‘’Namanya juga kejutan, kita lihat saja nanti “. Sebutnya.

Langkah hukum kejutan tersebut, kata Ali Musa, bisa menggegerkan penegak hukum dan dunia peradilan di Provinsi Jambi.

‘’Kita sudah konsultasi dengan DPC Peradi Jambi, terkait langkah kejutan yang kita ambil nanti dan Ketua PERADI Jambi memberikan dukungan penuh,’’ pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Utih Hariyanto alias Unyil merupakan salah satu tersangka yang diduga melakukan pengeroyokan terhadap oknum anggota Brimob saat terjadinya penertiban PETI tahun yang lalu. Namun penangkapan dan pehananan Unyil yang dilakukan Polres Sarolangun dinilai janggal dan Unyil merasa tidak terlibat dalam aksi penganiayaan anggota Brimob. Sehingga Unyil melayangkan gugatan praperadilan terhadap Polres Sarolangun ke PN Sarolangun. (TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *