Gubernur Dan Ulama Aceh Lakukan Peusijuek Pembangunan Mesjid Baitul Huda

ACARABlang Malu-Pidie, (BIN) – Ulama kharismatik Aceh Tgk. H. Usman Kuta Krueng dan Abu Tumin Blang Blahdeeh Samalanga Kabupaten Bireun beserta jajaran pemerintahan Aceh (Muspida Aceh dan Muspika Pidie, red) pada Kamis (13/11/2014) melakukan peusijuek (peletakan batu pertama) pembangunan Mesjid Baitul Huda Blang Malu Kecamatan Mutiara Timur Kabupaten Pidie.

Lahan seluas + 7.500 meter persegi yang dijadikan sebagai lokasi pembangunan mesjid tersebut berada tepat di pinggir jalan lintas Aceh-Sumut tepatnya 125 KM dari ibukota Provinsi Aceh. Mesjid Baitul Huda ini sebenarnya sudah dibangun beberapa puluh tahun yang lalu, namun karena mengingat jumlah jamaah yang terus bertambah dan arealnya sempit maka para tokoh yang ada di Mutiara Timur menuangkan aspiratifnya untuk membangun mesjid yang baru pada lokasi yang lebih luas dan strategis.

Saat acara tersebut berlangsung tim Media Berita Investigasi Nasional (BIN) melakukan wawancara dengan tim panitia inti pembangunan, sesuai keterangan salah satu anggota panitia bahwa pembangunan mesjid Baitul Huda Blang Malu ini sebenarnya bertujuan untuk pengembangan ibadah dan akses yang mudah bagi masyarakat yang ingin melakukan ibadahnya (shalat, red). Sedangkan bangunan mesjid Baitul Huda yang lama tidak dipugar akan dijadikan sebagai pusat pengembangan pendidikan agama Islam yakni Pesantren Terpadu.

Inisiator pembangunan mesjid Baitul Huda Blang Malu yang baru ini adalah H. Hasballah Toko Hidup Subur, H. Jamal, H. Aiyub Rambong Jaya beserta tokoh-tokoh lainnya, baik dari kalangan pemerintah maupun swasta.

Peusijuek (Peletakan batu pertama) pembangunan mesjid Baitul Huda Blang Malu ini dibuka oleh Gubernur Aceh Dr. H. Zaini Abdullah dan Bupati Pidie Sarjani Abdullah, S.Sos. Acara ini juga dihadiri Bupati Pidie Jaya Aiyub Abbas, Ketua DPR Aceh, Ketua DPRK Pidie, Kapolres Pidie, Dandim Pidie dan kepala-kepala dinas se-Kabupaten Pidie, para Camat, masyarakat dan 48 Keuchik/Kepala Desa yang merupakan pilar pendukung pembangunan menjid Baitul Huda ini.

Menurut panitia, pembangunan mesjid ini diperkirakan menelan anggaran miliyaran rupiah dan direncanakan selesai selama 2 tahun kedepan. Lahan yang luasnya + 7.500 meter persegi tersebut merupakan lahan persawahan yang sebagian dibeli dari masyarakat dan sebagian lagi hasil hibbah dari para dermawan dengan harga 250.000/meter. Lahan yang sudah dibebaskan seluas + 5.000 meter, sedangkan sisa lahan yang akan digunakan nantinya masih dalam tahap negoisasi dan penggalangan dana.

Melalui Media Berita Investigasi Nasional (BIN) ini, panitia mengharapkan kepada pemerintah Aceh, baik pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten Pidie agar dapat membantu anggaran pembangunan mesjid ini sampai selesai. Dalam pidatonya, Bupati Pidie juga mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi untuk mengalokasikan dana pembangunan mesjid Baitul Huda mulai dari peletakan batu pertama hingga finishing pembangunannya. Acara yang dimulai pkl. 10.00 Wib ini ditutup setelah shalat zuhur dan makan siang bersama. (SAF/BIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *