Eksekusi Penambang Pasir Berujung Bentrok

penambang pasirKepri-Batam, (BIN) – Eksekusi penambangan pasir di KDA Kelurahan Batu Besar yang berdekatan Perumahan Puri Asri dan Rumah Sakit Polda Kepri, hari Selasa jam 11.00 Wib (12/11/2014) berujung bentrok antara masyarakat penambang pasir dengan sejumlah Tim Gabungan Bapedal Kota Batam yang terdiri dari Satpol PP dan Ditpam.

Dalam bentrokan, salah satu petugas Bapedal Kota Batam yang berinisial A terkena bogem dari kerumunan masyarakat, sesaat setelah eksekusi puluhan mesin penyedot pasir yang disita didalam 2 unit mobil Trans Batam diturunkan kembali. Sontak masyarakat langsung mendatangi A untuk meminta barang sitaan berupa KTP. Dalam bentrokan yang terjadi, salah satu masyarakat melerai dan menenangkan,” untuk apa kita rebut-ribut, kalau ada barang-barang yang diambil mohon didata saja,” ujarnya.

Berselang berapa lama, Kepolisian Kecamatan Nongsa dan Kepolisian Satuan Intelkam Polresta Barelang datang untuk mengamankan situasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Arthur Sitindaon, Sik.
Kapolsek Nongsa Arthur Sitindaon, Sik yang dikonfirmasi, bahwa keberadaan Kepolisian untuk mengamankan situsai tindakan prepentif yaitu dengan keadaan kondusif dan tidak terjadi anarkis masyarakat sekitar dan terjadinya penjarahan atau pengerusakan.

“Waktu saya datang situasi emang masih memanas, setelah diberikan pengarahkan oleh Kepolisian, masyarakat dapat mengerti. Sebelumnya saya sedang menjalankan Apel siaga pasca Aksi Demo Buruh di Engku Putri Batam Centre,” terang Kapolsek.

Sementara itu Ir. Dendi Purnomo, kepala Bapedal yang dikonfirmasi terkait razia dan eksekusi penambang pasir serta adanya koordinasi dengan Kepolisian dan TNI, mengatakan, “Kita sesuai SK Walikota, Personil TNI dan Polri secara otomatis jadi anggota tim tersebut, terutama jajaran Muspida Kota Batam. Masalah keberanian masyarakat terhadap aperatur sedang kita kaji, kemungkinan backingnya masih kuat”.

Mobil yang dikelilingi kurang lebih 100 masyarakat sontak meneriakan” Walikota Batam datang langsung menertibkan ini, kalau memang Ahmad Dahlan yang memerintahkan atas penertiban ini dan mengambil mesin-mesin. Kalau ini dilarang, mau kemana lagi kami mencari nafkah? Ahmad Dahlan harus bertanggung jawab atas kebutuhan kami sehari-hari. Kami tidak mau dijadikan monopoli, kami bukan mau mencari kaya, tetapi untuk menghidupi keluarga dan anak yang masih sekolah. Sekarang harga sembako pun naik. Kegiatan ini sebenarnya telah berulang-ulang diambil mesin kami, tapi tidak tau rimbahnya sampai dimana? mesin kami yang dulu disita, kami dengar mesin-mesin yang ditangkap dijual kembali, yang jelas kalau sudah sampai disana UUD juga ( Ujung-ujungnya duit, red ). Kami tidak mau hukum tumpul keatas tajam kebawah, sama-sama kita manusia.”

Helman, salah satu anggota masyarakat mengatakan kepada Media BIN, bahwa sebelumnya ada stamen Pak Dendi akan mengeluarkan rekomendasi, ini tiba-tiba datang razia dan mengambil mesin. “Bahkan bukan mesin saja yang diambil, ikut juga HP, jam tangan, dompet , dan uang. Kami juga tidak mau dimonopoli, kami juga tau uang sakunya, bahkan sampai ke BBM”.

Adi warga Nongsa dan salah satu perwakilan LPM ( Lembaga Pemberdayaan Masyarakat ) Kelurahan Batu Besar, Nongsa mengatakan,“ Saya hanya masyarakat biasa sama halnya dengan masyarakat yang ada di tambang pasir, saya sebatas melerai supaya tidak timbul bentrok yang berkepanjangan. Cuma di kerumunan tadi terjadi diskomunikasi terkait barang yang diambil, sehingga terjadi bentrok. Setelah sepakat dengan Pak Dendi, barang-barang yang diambil di data kembali”.

Kedepannya mungkin masyarakat, kata Adi, penambang pasir meminta Izin Legal kepada pemerintah dengan suatu wadah kelompok, walaupun sekarang masih ilegal. Kalau hukum tetap kita menjunjung hukum yang berlaku kesemua orang tanpa melihat adanya unsur golongan kaya dan miskin, dan antar lembaga Negara. Mengenai adanya uang saku ke lembaga pemerintahan atau negara, saya tidak tau, mungkin itu oknum lembaga pemerintahan,” pungkasnya.

Maraknya penambang pasir di Kota Batam adanya serta monopoli tambang pasir silica yang dijual ke Spyhard diduga meraup keuntungan milyaran rupiah. (A.RIANTO)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment