Bupati Nias Selatan Diduga Lindungi Penyalahgunaan Dana Siswa

BOS-BINPERSNias Selatan, (BIN) – Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan dan Bantuan Siswa Miskin (BSM) di SDN No.076726 Hilinifaoso Kec.Telukdalam, Kab.Nias Selatan (Nisel) selama diduga tidak tepat sasaran. Pasalnya dua tahun terakhir para murid tidak menikmati bantuan sosial yang bersumber dari pemerintah pusat baik dana BOS maupun dana BSM, hal ini diduga akibat ulah kepala sekolah Sri Irama Rezeki Duha S.Pd.

Setiap tri wulan siswa di sekolah ini hanya gigit jari, karena tidak disentuh oleh dana bantuan operasional sekolah untuk menunjang mutu pendindikan, sementara anggaraan pemerintah untuk mewujudkan program pendindikan sembilan tahun disinyalir lebih diperuntukan untuk mengisi kantong kosong oleh pihak-pihak tertentu.

Persoalan ini telah dilaporkan ke dinas pendikan setempat oleh orang tua siswa dan komite sekolah, namun sampai saat ini prosesnya masih kandas. Ketika wartawan media BIN melakukan konfirmasi kepada beberapa orang tua siswa dan komite, mereka sangat kecewa dengan sikap kepala sekolah yang kerap arogan dan seolah-olah kebal hukum karena dalam kasus ini yang bersangkuatan diduga dibeck-Up oleh Bupati Nias Selatan, ujarnya.

Di tempat terpisah Ketua LSM LPK-P2D Nisel Fabo’oni Zaita SH saat dikonfirmasi awak media ini sangat menyayangkan, jika benar sikap bupati Nias Selatan kerap mengintervensi atau memberikan suaka politik yang berkonsenkuensi pada pencitraan, cetus Zaita.

“Pada peristiwa ini praktek-praktek tindak pidana korupsi sangat jelas,” kata Fabo’oni Zaita,SH.

Ironisnya, lanjut Zahita, ketika Tim LPK-P2D Nisel melakukan investigasi dan konfirmasi kepada Sri Irama Rezeki Duha yang kesannya “berkamuflase” dan berusaha untuk membelok-belokkan fakta. “Ketika dikonfirmasi terkait sasaran BOS selama dua tahun, lanjut Sri Duha, telah digunakan untuk belanja buku. Lalu saat dilakukan pengecekkan buku yang dimaksud ia tidak ada di tempat, dan yang bersangkutan tidak kehilangan dalih bahwa baru diorder,” ujarnya.

Secara teknis untuk implementasi BOS, Zaita menegaskan, fungsi dan peran komite amat penting dalam kebijakan sasaran bos tersebut guna menghindari terjadinya penyimpangan. “Lalu kenapa Sri Duha tidak pernah melibatkan komite? Artinya dengan kronologis seperti ini dari aspek juknis bos sudah menyalahi dan Sri Duha patut diduga telah melakukan pemalsuan tanda tangan komite untuk mengelabui sasaran dan tipu daya tentang manipulasi data jumlah siswa,” cetus zaita.

Pada hari yang bersamaan ketika di konfirmasi tentang dana BSM sejak T.A 2013-2014, yang tidak pernah sampai ke siswa di sekolah ini, zahita menerangkan, pada prinsipnya kebenaran keterangan kepala sekolah sangat diragukan.

“Ironisnya data dan jumlah siswa penerima BSM tersebut telah diajukan ke dinas pendindikan dan ketika dibuka di situs internet ternyata telah ada nama-nama siswa SD Hilinifaoso, ujar Sri Duha. Lalu pertanyaannya kenapa sampai saat ini dana BSM tersebut tidak pernah di terima oleh siswa? apakah secara korporasi telah dialihkan oleh dinas pendikan ke sekolah lain sebagaimana dalih Sri Irama Rezeki Duha?” tandas Zaita. (zet/TIM BIN)

Editor: Lucky’s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *