Bookx Jalan Poros Sungai Bahar Ambruk Diterjang Air

IMG_1237Sungai Bahar, Muaro Jaqmbi, (BIN) – Disebabkan hujan yang selalu turun disetiap malam hari di lokasi Sungai Bahar, Kabupaten Muaro Jambi, pada hari Kemis (13/11-2014), jalan yang berlokasi di areal Kebun PTP Nusanatara VI ( Persero ) Bunut Bookx ambruk diterjang air. Jalan ini memang sudah lama mengalami kerusakan di sekitar pinggir Bookx tersebut, sudah nampak pecah-pecah dan telah banyak yang nampak retak-retak.

Menurut Dinas PU Propinsi Jambi, Hadi, jembatan/Bookx ini akan diganti pada tahun 2015 mendatang namun oleh guyuran yang selalu datang meengakibatkan ambruknya Bookx tersebut. Akibat ambruknya Bookx jalan tersebut, antrian kendaraan mobil tangki pengangkut minyaqk CPO serta mobil truk pengangkut buah Kelapa sawit serta mobil pribadi antrinya yang sangat panjang tidak terelakkan alias jalan lumpuh total.

Manager Kebun Plasma PTP Nusantara VI Ir.Siregar dan juga Manager Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PTP Nusantara VI Bunut Ir.A Sinulingga, turun ke lokasi rubuhnya Bookx jalan, serta menghadirkan alat-alat berat guna memperbaiki jalan tersebut. Kedua Manager ini bersama beberapa karyawannya kerja keras agar kendaraan yang antri yang sangat panjang bisa normal kembali.

Ahirnya menjelang sore Bookx jalan ini sudah dapat dilalui Kendaran roda 4 yang ukuran muatan 10 s/d 15 ton. Untuk Sungai Bahar PTP Nusantara VI Kebun Plasma ada 2 bagian, antara lain di lokasi Bunut ada puluhan Hektar seta 2 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) juga di lokasi Desa Tanjung Lebar ada Kebun Plasma puluhan Hektae, dan 1 unit PKS.

Jalan propinsi mulai dari Desa Panerukan sampai ke desa Rantau Harapan unit V, terus ke jalan Johor Baru lokasi PT. Asiatiq Persada. Sedangkan jalan poros unuk Kabupaten Muaro Jambi, lokasi mulai dari simpang PT. Tempino sampai Sungai Bahaar unit V, terus melalui unit 4 – unit 9 sampai ke jalan Tanjung Lebar jalan Kabupaten ini mulai jalan unit 3 sampai ke unit 9 dan jalan ke desa Tanjung Lebar tidak pernah tersentuh perbaikian jalan berupa pengaspalan sudah hampir berjalan 9 tahun. Untuk tahun 2014 ini baru ada di jalan unit 3 sekitar 2 s/d 3 Km pengaspalan yang dilakukan oleh Pemkap Muara Jambi.

Untuk Jalan Propinsi baru ada pengapaslan pada tahun 2014,sekitar 2 s/d 3 Km, kayaknya masyarakat Sungai Bahar dianak trikan oleh PimpropJambi dan Pemkab Muaro Jambi. Padahal pemasukan uang pajak dari masyaarakat Sungai Bahar sangat besar, selain itu Sawit di unit satu dan unit 5 sudah mau diremajakan PBB dikenakan Rp 100.000? tahun lain PBB perumahan dan juga PPN dari pihak PTP Nusantara VI mencapai miliaran Rupiah per bulan.

Pihak PTP Nusaantara VI dan masyarakat Sungai Bahar mempertanyakan, kenapa pembangunan jalan tidak ada perhatian sama sekali? Yang sangat menyakitkan bagi pihak PTP Nusantara VI memberikan izin PT EWF/Ram Sakean membeli Tandan buah segar, dan juga Ram Gudang Garam dan juga Ram yang memiliki Nassution, yang memiliki Ram ini adalah di Jambi. Untuk Kebun Plasama Kelapa Sawit yang dimiliki oleh masyarakat Sungai Bahar yang membangunnya/menanam Kelaapa Sawit adalah pihak PTP Nusantara VI, diberikan kepada masyarakat berupa kridit dengan potongan kridit 70% untuk masayarakat dan 30% potongan kridit melalui Bank Mandiri selama 13 tahun atau sampai lunas. Kini yang mendapat hasil adalah yang memiliki perusahan Ram dalam arti pihak PTP Nusantara VI mengangkat batu, orang lain yang mendapat kepiting. Artinya pihak PTP Nusantara VI menanam Kelapa Sawit namun ahir-ahir ini jadi orang lain yang memakan hasilnya.

Perkebunan sawit di Sungai Bahar seluas 20.000. s/d 30.000. Ha sampai menghasilkan baru diserahkan kepada masyarakat untuk 22 unit desa dengan perbagian 1 KK mendapat 2 Ha kebun Plasma dan lahan perumahan 0,5 Ha. Data ini diperoleh media BIN dari salah seorang staf PTP Nusantara VI serta pengamatan Korwil BIN ini, sebab Korwil BIN ini telah berada di Jambi sejak tahun 1974 sedangkan pihak PTP Nusaqntara VI, pembukan PIR Trans dan Pirsus di Sungai Bahar 1985.

Akibat Transmigrasi Umum tidak berhasil, ahirnya almarhum mantan Peresiden Suharto memberikan mandat kepada PTP Nusantara agar membangun Kebun Kelapa Sawit iaitu Transmigrasi Pirsus dan PIR Trans, nampaknya hal ini warga sangat sukses. Tadinya Sungai Bahar kecamatannya Mestong di Sibapo, pada saat ini Sungai Bahar menjadi 3 Kecamatan, antara lain kecamaatan Tengah, Kecamatan Sungai Bahar Utara dan Sungai Bahar Sealatan, hal ini akibat tingkat perekonomian masyarakat telah maju. Apakah wajar pihak Gubernur Propinsi Jambi dan Bupati Muaara Jambi tidak memperhatikan jalan untuk Sungai Bahar yang masyarakatnya selalu melunasi pajaknya setiap tahun sesui dengan peraturan oleh pemerintah? Menurut masyarakat Saungai Bahar bagi Pimprop dan Pemkab yang tidak mau membangun/meemperbaiki jalan poros untuk Sungai Bahar akan tidak memilih orangnya kembali. (JHP/Toni)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment