Balai POM Kepri Musnahkan Obat Dan Makanan Ilegal

Ary, kepala BPOM Kepri
Ary, kepala BPOM Kepri

Batam, (BIN) – Balai POM Propinsi Kepri musnahkan obat dan makanan Ilegal Jumat, (31/10/2014). Pemusnahan dihadiri Balai POM yaitu Deputi Bidang Pengawasan Produk Terapetik dan Napza didampingi Perwakilan Kepolisian Kepulauan Riau, Kejaksaan Tinggi, Pemerintahan Kota Batam, dan Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Tipe B Batam.

Produk ilegal yang dimusnahkan terdiri dari 812 Item ( 31.180 Kemasan ) diantaranya obat-obat tradisional, kosmestik serta pangan ilegal hasil pengawasan tahun 2013-2014 dengan nilai keekonomian lebih dari Rp 1 Milyar. Jumlah tersebut terdiri dari 20 item (167), kemasan obat ilegal 47 Item (3.743 ), kemasan obat tradisional ilegal 453 item ( 2.917), kemasan kosmestik ilegal serta 292 Item (24.348 ) kemasan pangan ilegal. Jumlah pemusnahan lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah produk pada Tahun 2013 yaitu 1.698 Jenis (48.151) Kemasan , namun nilai keekonomian hampir tiga kali lipat dari nilai keekonomian produk pada pemusnahan tahun 2013 yang mencapai Rp 380 Juta.

Pemusnahan hasil Pengawasan BPOM di Batam merupakan kegiatan kesinambungan, dimana sebelumnya pada Januari hingga September 2014 telah dilakukan pemusnahan obat dan makanan ilegal di Palembang, Kupang, Semarang, Jakarta, Bandung, Serang, Yogyarkarta, Ambon, Denpasar, Medan dan Semarang dengan Total Nilai Keekonomiannya 17,6 Milyar Rupiah.

Hasil Pengawasn BPOM Batam selama tahun 2014 pelangaran di bidang obat dan makanan didominasi oleh temuan pangan dan obat tradisional impor ilegal dan selama ini ada 5 kasus yang ditindaklanjuti secara Pro-Justitia.

“Kami perwakilan BPOM Kepri terus berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap peredaran Obat dan Makanan Ilegal atau mengandung bahan berbahaya yang beresiko terhadap kesehatan masyarakat secara berkesenambungan, dan berkoordinasi lebih intensif dengan lintas sector terkait,” ujar Ary, kepala BPOM Kepri.

Dikatakannya, peredaran ini juga akan terus diawasi di post_market, tentu dengan didukung oleh Laboratorium serta Makanan Izin Tanpa Edar ( TIE), palsu dan Bahan Kimia Obat ( BKO).

Badan POM menghimbau kepada masyarakat untuk mengkomsumsi Obat dan Makanan yang Tidak memenuhi persyratan, tanpa izin edar, atau palsu. Untuk Informasi Masyarakat Contact Centre HALOBPOM 500533 atau SMS 081219999533, atau email halobpom@pom.go.id , atau (0778) 761543.

“Langkah-langkah yang dilakukan BPOM akan melakukan kerjasama yaitu Kepolisian dan TNI, supaya ini bisa terlaksana untuk memberatas pendistribusi atau Perusahaan yang membuat penyakit kita,” tandasnya .
“Dalam peredaran miuman Red Bull sudah kita lakukan upaya Pro-Justitia, dan sekarang masih dalam proses penegakan hukum. Untuk itu kita akan meminta kepada penegakan hukum untuk melakukan bersama-sama. Pengusaha distributor kuantek kita belum tau siapa itu, kita juga sering mendengar-dengar saja,” tegas Ary. ( Arianto/Rahmat Pane )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *