Arogansi Sang Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher Jambi

IMG_0001Jambi, (BIN) – Senin pagi (3/11) sekira pukul 09.00 wib, wartawan media Berita Investigasi Nasional mencoba memasuki pelataran RSUD Raden Mattaher yang terletak di bilangan Perkantoran Gubernur Jambi guna melakukan konfirmasi terkait dugaan penyalahgunaan anggaran yang bersumber dari APBD.

Pagi itu terlihat seseorang pria gempal berpakaian putih- putih kebesaran Dokter sedang memerintah beberapa staf. Disela-sela keramaian rumah sakit tersebut, terlihat yang diperintah sigap mengatakan, “siap… siap !”

Mengingat baru kali pertama memasuki rumah sakit tersebut, wartawan mencoba mencari informasi kepada sang bapak yang bertubuh gempal itu dengan menanyakan dimana letak ruangan para Direktur maupun staf Rumah sakit tersebut. Namun sang dokter yang ditanya malah balik bertanya, ”mau apa?” dengan aksen yang tidak bersahabat, kemudian dijawab oleh wartawan,ingin melakukan konfirmasi.
”Orang semua sibuk, besok saja” ujar dokter tersebut tak acuh.

Dengan gaya dokter yang tak acuh sedikit arogan tersebut, wartawan media ini mencoba bertanya kembali dimana ruangan para petinggi RSUD tersebut.
Entah merasa terusik, sang dokter malah bertanya surat tugas. Setelah ditunjukkan kepada sang dokter bertubuh gempal ini dengan enteng mengatakan, ”Yang begini ini banyak disini,” ujarnya pada wartawan media BIN.

Disaat terjadi cekcok tersebut, seorang staf berpakaian pegawai negeri sipil meneteralisir keadaan dan mengajak wartawan ke bagian humas rumah sakit tersebut dan mengatakan bahwa sang dokter yang gempal tadi adalah Direktur RSUD Raden Mattaher tersebut. Sambil tersenyum sang wartawan media ini bertanya, “koq Direktur bersikap tidak ramah demikian?”
”Mungkin pak direktur kaget pak,” ujar staf rumah sakit tersebut.

Kisah seperti ini cukup banyak dialami wartawan ketika menghadapi pejabat publik di Provinsi Jambi, terlebih-lebih pejabat publik sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yang menggunakan anggaran dari APBN.

Dengan kejadian tersebut, akhirnya wartawan media BIN resmi menyampaikan konfirmasi secara tertulis kepada RSUD Raden Mattaher sesuai dengan Undang-undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, Undang-undang RI Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Undang-undang RI Nomor 28 Tahun 1999 Tentang Penyelenggara Negara yang Bersih bebas dari KKN, Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi. Sebab sebagian pejabat publik di daerah ketika dikonfirmasi selalu mengatakan”Rahasia Negara, dan rahasia jabatan”. Kiranya dengan Undang-undang ini pejabat publik bisa memahami mana yang rahasia Negara dan mana rahasia jabatan.(Ranto/Jhp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *