Siswi SMP Dicabuli Pemuda Pengangguran di Rumah Kosong

“Mahkota Mawar (Nama Samaran) digagahi dan dicicipi AL Pemuda putus Sekolah & Pengangguran dan ber – ujung ke Penjara”

ilustrasi pencabulanSAMPIT-KALTENG, (BIN) – Pemuda Putus sekolah dan pengangguran berinisial AL (18) terpaksa meringkuk di dalam sel tahanan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. AL dituduh melakukan pencabulan terhadap Mawar (Nama Samaran), saat ini berkas perkaranya sudah mencapai tahap I. Dalam waktu dekat penyidik dari Polsek Ketapang akan melimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Negeri Sampit.

Informasi yang berhasil dihimpun oleh Wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN), pelaku AL ditangkap lantaran telah melakukan Pencabulan terhadap Mawar salah seorang pelajar SMP kelas VIII T dan akan mempertanggungjawabkan perbuatanya di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampit.

Menurut Kapolsek Ketapang AKP Bambang Purwanto, kasus tersebut akan segera dilimpahkan ke kejaksaan (P21). ” Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan dilimpahkan,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui bahwa dua sejoli ini (Pelaku dan Korban, red ) baru saja kenal via telephone kurang lebih tiga minggu, keduanya sudah menjalin Asmara.

Kejadian ini bermula pada tanggal 07 Oktober 2014 sekitar jam 22.00 Wib, ketika pelaku AL mengajak korban jalan-jalan di kawasan jalan Jenderal Sudirman Km-26 Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang Kab.Kotim. Mereka singgah di sebuah bangunan kosong. Awalnya hanya duduk-duduk sambil ngobrol, namun entah setan apa yang merasuki pikiran AL hingga timbul keinginan untuk mencicipi kemolekan tubuh korban. Dengan didorong hasrat birahi yang menggebu-gebu, segala macam cara “rayuan gombal” pelaku selalu dilancarkan sampai akhirnya korban bertekuk lutut dan pasrah untuk menyerahkan keperawanannya kepada pemuda yang baru saja dikenalnya itu.

Setelah puas menyalurkan nafsu birahinya pelaku berniat untuk mengantarkan Korban pulang ke rumah namun ditolak oleh korban karena takut, akhirnya mereka bermalam di bangunan kosong tersebut. Mengetahui bahwa anaknya tidak pulang ke rumah maka orang tua korban sangat khawatir dan segera melakukan pencarian. Keesokan harinya, Rabu (8/10) keberadaan korban ditemukan. Setelah ditanya kenapa tidak pulang, korban lantas menceritakan semua peristiwa yang dialaminya pada malam itu.

Mendengar pengakuan putrinya lalu orang tua korban langsung tersentak panik dan tidak terima dengan perlakuan itu akhiran peristiwa ini langsung dilaporkan ke Polisi. Walaupun upaya mediasi sempat dilakukan tetapi orang tua korban masih ngotot agar kasus ini tetap dilanjutkan untuk diproses secara hukum. Polisi menjerat pelaku dengan ancaman pasal 82 ayat (1) UU RI tahun 2002 nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman penjara selama 15 tahun. (Nato)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *