Sangsi Hukum untuk Pembakar Lahan di Kotim

Polres Kotim berhasil amankan 16 orang tersangka Pembakar lahan dari 12 TKP dan 12 Laporan Polisi. Kepada tersangka akan diterapkan Sangsi Perda Kotim No.7 tahun 2003 dengan ancaman 6 bulan penjara dan denda Lima juta rupiah”

 

image001
Keterangan gambar: Kasat Reskrim Polres Kotom AKP. R. ANDRI SAMUDRA YUDHAPATIE,SIK.

SAMPIT-KALTENG, (BIN) – Kemarau panjang tahun ini berdampak sangat buruk dan merugikan masyarakat. Selain kekurangan air bersih, kebun, lahan dan semak belukar serta tidak sedikit perumahan pendudukpun terbakar. Titik api dan Kabut Asap tebal dimana-mana sepanjang hari dan malam menyelimuti daerah Kotawaringin Timur (Kotim) ini, sehingga sangat memprihatikan dan sangat mengganggu Kesehatan, jarak pandang berlulintas pun terganggu, baik Lalulintas di darat, laut maupun udara sangat terbatas, riskan dan membahayakan akan terjadinya kecelakaan. Hal ini terjadi akibat buah dari ketidak sadaran masyarakat semaunya membakar lahan.

Menyikapi hal tersebut Kapolres Kotawaringin Timur AKBP HIMAWAN BAYU AJI,SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP. R. ANDRI SAMUDRA YUDHAPATIE,SIK saat dikonfirmasi di Kantornya (13/10/14) menjelaskan pada media ini bahwa Jajaran Polres Kotim sampai saat ini berhasil mengungkap dan menangkap 16 orang pelaku pembakar lahan dari 12 TKP dan 12. Laporan Polisi, kepada mereka yang terbukti telah melakukan pembakaran lahan, polisi akan memberlakukan Peraturan Daerah (PERDA) Kotim Nomor 7 tahun 2003 dengan ancaman Kurungan 6 bulan Penjara dan denda sebesar Lima juta rupiah.

” Sementara ini kita sudah melakukan penangkapan dari 12 Laporan Polisi (LP) dan 12 TKP diantaranya 3 TKP di daerah Ketapang, Baamang,Sungai Sampit, Cempaga Hulu, Cempaga.Jaya Karya Samuda, Parenggean, Kota Besi dan Mentaya Hulu. Jadi jumlahnya ada 12 Laporan Polisi dan 12 pengungkapan yang sementara ini kita tangkap. Kemudian untuk jumlah tersangkanya sampai saat ini kurang lebih ada 16 orang,” Ujar Andri.

“Sementara ini pula kita terapkan sangsi untuk pembakar lahan dari jumlah 16 orang tersangka tersebut dengan menerapkan Perda Kotim nomor 7 tahun 2003, dengan ancaman hukuman 6 bulan penjara dan denda lima juta rupiah,” jelas Andri.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan Berita Investigasi Nasional (BIN) bahwa sampai berita ini diturunkan ke 16 orang tersangka tersebut, pihak Polres Kotim belum melakukan penahanan.

”Untuk sekarang tidak dilakukan penahanan terhadap tersangka, Kami menghimbauan kepada masyarakat jangan melakukan pembakaran lahan dulu,karena memang selain mencemari udara kemudian juga mengganggu lalulintas di udara di laut dan di darat juga sekarang, terutama sangat mengganggu kesehatan,” tambahnya. (Nato)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment