Program Bantuan Sapi di Desa Uwedaka  Terbengkalai

proyek kandang sapiPagimana, Luwuk, (BIN) – Pemerintah telah berusaha melakukan yang terbaik untuk masyarakat di negara yang kita cintai ini. Sebagai contoh program pengembangan ekonomi kerakyatan di sektor peternakan, tidak tanggung-tanggung pemerintah pusat melalui dana APBN meluncurkan bantuan pembuatan kandang sapi miliaran rupiah kepada masyarakat petani ternak sapi lokal maupun sapi Bali. Hal ini jelas bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup dan kemakmuran rakyat.

Namun kenyataan di lapangan justru tidak sesuai harapan. Pasalnya bantuan tersebut malah diduga dijadikan batu loncatan pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Sebagai contoh kasus adalah bantuan kandang sapi di Desa Uwedaka kec.Pagimana Kab.Banggai yang bersumber dari dana APBN TA 2012. Pembangunannya diduga tidak sesuai bestek bahkan bangunan rumah ternaknya sudah ambruk.

Saat di temui di rumahnya, seorang warga menuturkan bahwa kandang sapi yang dibangun itu tidak layak pakai, dimana pakan ternak tidak diadakan. Sumber air minum ternak, kata dia, juga tidak ada bahkan rumah ternak sudah ambruk.

Menindaklanjuti hal itu, tim Media ini langsung menghubungi pihak kepala desa Uwedaka terkait masalah kandang sapi yang sudah bermasalah. Melalui telepon (Oktober 2014), Kepala Desa Uwedaka Kamal Latuba membenarkan kalau ada program bantuan Kandang Sapi di Desanya. “Iya ada bantuan kandang sapi di Desa saya dan pelaksananyaatas nama Jhon Pamolango warga masyarakat kec.Pagimana,” tutur Kades Uwedaka.

Dia juga menambahkan bahwa beberapa pekan lalu ada petugas dari Dinas Pertanian Kab.Banggai menitipkan dokumen melalui KUPT Pertanian Kec.Pagimana,Pak Sayuti. “Ini ada titipan dokumen dari Dinas pertanian dan itu tergantung Pak Kades, ditandatangan atau tidak itu hak dan kewenangan Pak Kades,” kata kepala Desa uwedaka menirukan bahasa pak KUPT pertanian Kec.Pagimana.

Kepala KUPT pertanian kec.Pagimana ketika dihubungi melalui telepon selulernya pada hari yang sama juga membenarkan tentang permasalahan tersebut.

Menurut KUPT, hal itu sudah dilaporkan ke tingkat atas (Dinas Pertanian Kab.Banggai, red) namun sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya, begitu penuturan kepala Unit Pelaksana Teknis (KUPT) Pertanian Kec.Pagimana.

Perlu diketahui, besaran anggaran yang digelontorkan oleh pemerintah pusat untuk program bantuan kandang sapi berkisar lebih kurang Rp 139.900.000,- untuk 1 (satu) Desa yang pelaksanaannya dibawah kordinasi Dinas Pertanian kabupaten Banggai.

Saat ditanyakan wartawan media Investigasi Nasional (BIN) melalui telepon selulernya, kepada KUPT pertanian Kec.Pagimana tentang program bantuan pemerintah tersebut dia mengatakan,”saya tidak tau pasti berapah jumlah dana ataupun hal lain terkait bantuan kandang sapi di Desa Uwedaka karena hal itu langsung dibawah kordinasi pihak kabupaten”.

Sungguh ironis, pemerintah seharusnya lebih memperlihatkan bentuk kesolidan dalam melaksanakan program kerja dilingkup Dinas terkait, namun faktanya justru sperti tidak ada hubungan kerja sama sekali. Apapun masalahnya, negara menjadi taruhan dan masyarakatlah yang jadi korbannya. Anggaran negara begitu besar dalam pemenuhan kesejahteraan masyarakat, namun kenyataannya terkadang jauh dari harapan. Kalau kasus seperti yang terjadi di Desa Uwedaka tidak segera ditangani, masyarakat mengkhawatirkan akan ada kasus yang sama di negeri ini seperti kasus di Desa Uwedaka. Sebagai warga negara yang peduli, seyogyanyalah kita perlu mengingatkan pejabat terkait untuk segera mengambil sikap yang tegas agar negara ini terselamatkan dari oknum yang tidak bertanggung jawab. Kalau kita menghitung anggaran negara, untuk 1 (satu) Desa saja sudah sebesar Rp 139,9 juta, bila dalam 1 (satu) kecamatan ada 4 (empat) Desa terdanai maka akan dapat dihitung berapa total anggaran negara yang tidak terealisasi sesuai harapan pada skop Kabupaten.

Pada pertengahan oktober 2014, tepatnya hari Rabu Tim Media Berita Investigasi Nasional mengkonfirmasikan hal ini pihak Dinas Pertanian Kab.Banggai. Saat ditemui di Lobi Kantor Kepala Dinas, Haris Hakim menyampaikan terima kasih kepada Tim dan pihaknya akan menindaklanjuti permasalahannya. Namun ketika ditanyakan tentang tahun program yang menyeberang 2 (dua) tahun (Program TA 2012), Kadis tidak memberikan keterangan pasti penyebab keterlambatan program tersebut. Namun dia membenarkan kalau program bantuan kandang sapi tersebut adalah program TA 2012. “Memang benar bahwa program itu adalah program TA 2012,” tutur Kadis kepada Tim media InvestigasiNasional.

Pada keesokan harinya, (Kamis, Okt.2014) tim Dinas Pertanian melakukan inspeksi ke Lokasi Kandang Sapi di Desa Uwedaka untuk tindak lanjut penyelesaian masalahnya. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Uwedaka ketika ditemui wartawan disela-sela rapat sosialisasi UU.No.6 Tahun 2014 tentang Desa di Aula “Tribun 12 Februari” kec.Pagimana.

“Tim dari Dinas Pertanian sudah turun ke lapangan dan mereka (Tim Distan) sudah minta maaf atas kekeliruan mereka sekaligus meminta saya (Kades, red) agar tidak mengungkit lagi hal ini ke publik,” kata Kepala Desa Kamal Latuba sembari menirukan bahasa Tim Distan Kab.Banggai.

Dalam kunjungan Tim Distan dicapai hasil bahwa pihak pengelola siap mengganti pos-pos pekerjaan yang belum dikerjakan serta membuat baru rumah ternak yang ambruk.

Namun dari fenomena percakapan Kades dengan Tim Distan tersebut dapat diambil kesimpulan yakni sikap yang sebenarnya tidak perlu dilakukan oleh oknum pejabat dan perlu menjadi perhatian kita semua agar kedepan kasus sikap dan kinerja yang sama tidak terulang lagi. Semoga pemerintahan baru ini dapat memberi warna baru yang tepat dan jelas sehingga rakyat benar-benar sejahtera bukan sebaliknya menjadi batu loncatan untuk kesejahteraan oknum atau kelompok tertentu.

Sampai berita ini diterbitkan, pembuatan kandang sapi untuk kelompok Tani ternak masih berlanjut. (Tambrin-BIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *