Oknum Aparat Kukar Diduga Terlibat “Lingkaran Setan” Ilegal Loging

IMG_20141015_073336Kutai Kartanegara, (BIN) – Oknum Aparat penegak hukum diduga terlibat dalam lingkaran setan bisnis ilegal loging di Kutai Kartanegara (Kukar). Pungli yang dilakukan secara terkoordinir diduga telah berlangsung sejak lama, baik melalui pos-pos yang dilalui angkutan yang membawa kayu ilegal atau setoran tiap bulan yang diantar ke oknum aparat yang berwenang di wilayah Sebulu Kutai Kartanegara.

Seperti yang disampaikan Pandi (inisial, red) pengusaha kayu yang ditemui wartawan Berita Investigasi Nasional, “Saya ini kalau masalah aparat sudah ditangan pak, karena saya selalu membayar setoran demi keamanan bisnis saya.” ujarnya.

Dikatakan Pandi, satu truk yang membawa kayu dari hulu ia bekali uang Rp 1 juta yang nantinya digunakan untuk menyuap aparat yang berjaga di pos-pos yang dilalui mobil-mobilnya. Pandi memiliki empat unit truk yang masing-masing supir selalu dibekali dana keamanan dalam sekali jalan.

” kadang satu juta juga gak cukup pak, ” celetuk salah seorang supirnya.

Pandi juga menyebutkan adanya oknum PNS Kukar yang berbisnis kayu Ulin dalam jumlah lebih besar daripada miliknya dan memiliki jaringan kuat di lingkaran ilegal loging ini.

Hal seperti ini membuat Pandi yakin dan bertambah berani menekuni bisnis kayunya terutama kayu Ulin yang merupakan jenis yang di larang untuk ditebang oleh Departemen kehutanan kecuali untuk alih fungsi dan ijin yang lengkap.

Dulu, kata Pandi, jam kegiatan yang dilakukan hanya di malam hari, namun sekarang meskipun di siang hari mereka berani melakukan aktifitasnya.

“Jalan poros Sebulu-Samarinda merupakan jalur yang biasa digunakan para pelaku, karena jalurnya sangat bisa dikondisikan baik dari aparat atau warga yang sudah terbiasa dengan kegiatan ini.Dalam beberapa jam saja Kami dapat mencatat puluhan truk dan pick up yang melintas dengan membawa kayu jenis Ulin,” tandasnya.

Hal senada dikatakan Deny, salah seorang tokoh masyatakat Adat Kutai yang juga membenarkan hal tersebut. Kebiasaan yang dulunya dilakukan sembunyi-sembunyi sekarang para pengusaha kayu ulin ilegal ini berani melakukanya di siang hari.

“Aparat yang berjaga bersikap seolah olah tidak terjadi apa-apa,” katanya.

Deny mengharapkan agar aparat bertindak serius dalam memberantas oknum-oknum yang berada di lingkaran ilegal loging yang ada di wilayah kampung Sebulu dan sekitarnya, dan tidak tebang pilih dalam penegakan hukum. Deny juga meminta Polda Kaltim berkomitmen dan konsisten dalam mengusut tuntas kasus ini.

“Dalam penanganan pembalakan liar, kebanyakan hanya heboh pada awal penangkapan. Proses yuridis selanjutnya meredup bahkan tidak diketahui. Bahkan, bila ada yang sampai ke pengadilan, sering gugur dengan alasan pembuktian dan sebagainya,” ungkap Deni.

Sementara itu, Polres Kukar yang dikonfirmasi wartawan BIN mengenai hal ini mengatakan, “Kami pasti menindak tegas jika ada kendaraan yang membawa kayu yang tidak dilengkapi dokumen lengkap. Ada beberapa yang sudah tertangkap dan kami peroses.” demikian jelas iptu Sugeng.

Namun yang disampaikan Sugeng tidak berbanding dengan yang terjadi di lapangan. (abid/Akin)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment