Modus Anak Terlantar Sebagai Pengedar Sabu-Sabu

sabu-sabuSAMARINDA-Kaltim, (BIN) – Maraknya peredaran sabu-sabu harus jadi perhatian khusus warga di Samarinda. Lihat saja, dalam kurun waktu dua tahun terakhir, jumlah sabu-sabu yang menjadi barang bukti (BB) dalam sejumlah operasi penangkapan trendnya naik.

Kasat Resnarkoba, Polresta Samarinda, Kompol Bambang Budiyanto mengatakan, Kaltim khususnya Samarinda adalah lahan bagi pebisnis barang haram ini.

“Kami sudah banyak menangkap pengedar. Tapi semakin lama semakin banyak, yang jelas warga harus bisa hindari sabu-sabu,” ujar Bambang.

Data yang dihimpun KPNN, selama 2012, sabu-sabu yang berhasil diamankan ada 813,87 gram dari 201 kasus yang berhasil diungkap. Pada 2013 terjadi peningkatan drastis. Yakni, BB yang diamankan ada 1.720,3 gram sabu-sabu dengan 227 kasus. Sementara hingga September 2014, sabu-sabu yang beredar di Samarinda sudah lebih dari 1.660,9 gram dari 143 kasus. “Bisa dilihat dari tahun ke tahun, sabu-sabu di Samarinda semakin menjadi-jadi,” jelas Bambang.

Kata Bambang, modus pengedar barang haram tersebut semakin canggih. “Transaksi pembayarannya tidak bersamaan dengan penyerahan barangnya. Jadi agak sulit kami menangkap pengedar dengan terbukti membawa sabu-sabu,” ujarnya.

Selain modus tersebut, para pelaku bisnis terlarang itu juga kini melibatkan anak di bawah umur sebagai kurir.

Bambang menambahkan hampir dari segala profesi yang menjadi korban dari narkotika jenis sabu-sabu tersebut. “Mahasiswa ada, PNS, swasta, polisi, ibu rumah tangga, sampai pengangguran ada. Jadi sabu-sabu ini sudah masuk ke semua kalangan,” urainya.

Diketahui, sejumlah pengedar, kurir, hingga pengguna sabu-sabu sudah banyak yang diringkus polisi. Rupanya itu tak bikin ciut nyali pengedar lain. Buktinya, Satresnarkoba Polresta Samarainda, Selasa (14/10), kembali meringkus Anto (31) dan Agi Wahyudi (24).

Keduanya warga sekitar Pasar Segiri. Mereka diciduk di Jalan Rajawali Dalam, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang. Anto adalah bandar, sementara Agi kurir. Barang bukti yang diamankan polisi dari tangan keduanya saat itu, satu poket sabu-sabu seberat 10,05 gram, satu timbangan digital warna hitam, serta dua handphone.

Ditambahkan lagi dari laporan warga disampaikan kepada wartawan Bin akan adanya aktifitas jual beli barang haram yang dilakukan di daerah pingiran kota samarinda ditemukan dugaan adanya modus memanfaatkan anak-anak terlantar untuk mengedarkan sabu-sabu.Agus (inisial,red) yang diduga sebagai koordinator pengedar sabu-sabu mengunakan modus anak-anak terlantar sebagai penggembala sapi untuk mengecoh aparat.(abt/alkn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *