Mengerikan ! Perebutan Kekuasaan di Liberia, Yang Kalah Dagingnya Dimakan

mengerikan perebutan kekuasaanLiberia, (BIN) – Pergantian kekuasaan selalu menimbulkan ketegangan, itu sudah biasa. Yang tidak biasa adalah, yang kalah lalu dibunuh, untuk kemudian dagingnya dimakan beramai-ramai. Ini terjadi terjadi di Liberia.

Perebutan kekuasaan yang aneh itu dimulai ketika Presiden Liberia ke 2 digulingkan oleh pemberontak pimpinan Prince Johnson pada tanggal 9 September 1990.

Presiden Samuel Kanyon Doe ditangkap di istana kepresidenannya, disiksa, dihajar ramai-ramai dan dibunuh. Organ-organ tubuhnya lalu dimakan beramai-ramai oleh pemberontak di tanggal yang sama saat ia ditangkap.

Usai penggulingan itu terjadilah perang saudara besar-besaran hingga tahun 1996, atau selama 7 tahun. Lalu lanjut lagi pada tahun 1999-2003. Sadisnya metode kanibalisme itu kabarnya digunakan dan menyebar di seantero negeri, mengerikan !

Jadi, di negara tersebut, bukan pemandangan yang aneh jika melihat mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana dengan organ tubuh yang tidak utuh lagi. Sadis!

Misalnya, milisi A bertempur dengan milisi B. Seandainya milisi A yang kalah, milisi B lalu menguliti yang tewas dan memotong-motong organ tubuhnya untuk kemudian dimakan beramai-ramai, tentunya “tanpa dimasak” terlebih dahulu.

Begitu juga dengan milisi B yang kalah, milisi A lah yang memakan daging yang tewas. Lalu bagaimana musuh yang masih hidup? Gilanya, tak ada kesepakatan soal tawanan perang di sana.

Yang jelas, siapapun yang tertangkap akan disiksa, dimatikan, lalu jenazahnya dimakan beramai-ramai dengan sangat bangganya. “Konvensi perangnya” memang seperti itu. Tak tertulis pastinya.

Sebuah film dokumenter berhasil mendokumentasikan beberapa episode proses “santapan kuliner” yang aneh bin ajaib itu. Kliki disini untuk melihat videonya

Ada satu adegan dalam film dokumenter itu, anak-anak yang tergabung dalam sebuah milisi berebutan mengambil beberapa bagian organ tubuh yang tewas untuk kemudian dilahap layaknya makanan lezat.

Dalam film itu juga, mantan-mantan panglima milisi berhasi diwawancarai. Salah satunya adalah Jenderal Butt Naked, eks tentara berpangkat sersan yang sangat tersohor di sana.

Pertama kali melakukan praktik kanibalisme adalah ketika ia memakan hidup-hidup seorang anak yang diberikan oleh wanita yang ternyata ibu dari anak malang itu, sarap!

Menurutnya, saat mempraktekkan kanibalisme dia dalam kondisi “kerasukan setan”. Ia mengakui sudah bertobat dan sangat menyesali perbuatannya. Sang Jenderal kini berprofesi sebagai pendeta dan sering bercerita tentang pengalaman hitamnya dahulu.

Kisah ini harus menjadi pelajaran buat para pemimpin kita yang sedang terlibat dalam kegaduhan politik yang tak perlu.

Mereka harus sadar apa yang sedang mereka perbuat saat ini bisa mengancam keutuhan bangsa. Apa mau anak-anak bangsa ini saling berperang satu sama lainnya? Ingat, tidak ada kisah indah dari suatu peperangan, apalagi perang saudara. (dikutif SA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *