LSM Barelang Tuding Kinerja Walikota Dan Wakil Walikota Batam Bobrok dan Tutup Mata

“Terbukti Hotel Good Way Nagoya Bangun Fasum Dan Buang Limbah Ke Parit. Diduga Kuat Adanya Gratifikasi”

foto berita batamBatam, (BIN) – LSM Barelang menuding kinerja Walikota dan Wakil Walikota Batam yang beberapa tahun lagi massa kepemimpinan Kota Batam, bobrok dan tutp mata. Ini terbukti sejumlah fasilitas umum (Fasum) di Hotel Good Way dibangun untuk komersil dan sejumlah akses jalan tertutup.

“Kalau kita lihat sejumlah fasilitas umum yang telah dibangun tampak jelas sekali di sebelah kanan Hotel Good Way menghadap jalan protokol atau jalan besar, beberapa fasilitas bangunan yang diperuntukan antara lain genset (generator set, red), pompa penyedot air dan tempat penampungan limbah rumah tangga Hotel Good Way. Ini sanggat-sangat luar biasa wewenang pimpinan Hotel Good Way membangun fasilitas tersebut tanpa menghiraukan tata ruang dan pengalokasian lahan badan kawasan dan izin mendirikan bangunan (IMB) yang diberikan pemerintah Kota Batam,” ujar Yusril, dari LSM Barelang kepada Media Berita Investigasi Nasional (BIN) belum lama ini di Batam.

Selain itu, kata Yusril, juga terlihat tempat parkiran kendaraan belakang tidak memadai dan juga adanya tampak bangunan bersambung dan akses jalan ditutup.

“Sekarang yang kita tau pemimpin kota Batam Walikota Ahmad Dahlan dan Wakil Walikota Rudi SE seakan membiarkan ini. Ini kuat dugaan adanya Gratifikasi yang dilegalkan Pimpinan Kota Batam. Contoh, banyaknya ruli (rumah Liar) masyarakat yang digusur dengan secara paksa, karena tidak mempunyai PL (Peta Lokasi) dan Izin Membangun Bangunan, ini seakan tebang pilih dan ada pembiaran. Kalau adanya pembiaran sudah pasti pertanyaannya ada apa?” ungkapnya.

Apalagi, lanjut Yusril, pemimpin tersebut sekarang massa jabatannya masing-masing tinggal 2 tahun lagi,  sudah pasti tidak menghiraukan lagi. Karena, kata dia, isu di masyarakat masing-masing akan mencalonkan lagi menjadi penguasa daerah, baik di Kepri 1 dan 2 maupun Batam 1 dan 2.

Terkait pembuangan limbah cair Hotel Good Way, Yusril menduga ada peran “kong-kalikong” antara Bapedal Kota Batam Ir. Dendi Purnomo dalam mengeluarkan Izin HO dan Amdal dengan pihak pengelola.

“Yang kita ketahui bahwa mengurus izin Amdal saja sampai ratusan juta, tetapi sampai dimana pengawasan Bapedal dan Sistim Audit Lingkungan yang Stategis Bapedal Kota Batam dalam Undang-Undang Lingkungan Hidup Nasional No. 32 Tahun 2009, realita dan faktanya sama saja Nol Besar hasil Audit Lingkungan Bapedal Kota Batam saat-saat ini,” tegasnya.

Untuk itu, LSM Barelang meminta kepada Kejari Batam dapat menyidik lebih lanjut dan menggungkap ke Publik, supaya masyarakat mengetahui kinerja Kejari Batam tidak tebang pilih dalam menegakan keadilan di Alam Nusantara ini. (A. Rianto/TIM)

Satu tanggapan untuk “LSM Barelang Tuding Kinerja Walikota Dan Wakil Walikota Batam Bobrok dan Tutup Mata

  • 25 Februari 2016 pada 12:03
    Permalink

    Di Taman Terbuka Hijau – Taman Gajah Mada. Tiban – Batam. Ada bisnis yang membuka usaha cucian mobil. Usaha ini jelas-jelas melanggar peraturan yang terpampang di area taman.

    Selain merusak tanaman yang ada di taman. Bisnis ini menggunakan area taman dan menggunakan sumur bor.

    Berita mengenai itu sudah dimuat di koran: http://batam.tribunnews.com/2016/01/30/sebagian-lahan-taman-hijau-gajah-mada-tiban-disulap-jadi-tempat-bisnis?page=2

    Warga resah. Tapi hingga sekarang usaha yang merusak dan menggangu warga itu tetap beroperasi. Mohon bantuannya untuk ditinjau perijinannya.

    Apa perlu warga demo ataukah harusnya kirim surat ke Pak Ahok untuk bantu soal sepele begini.

    Terimakasih.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *