BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Krisis Air Bersih Melanda Kota Minyak

stok-air-sisa-45-hari_editBalikpapan, (BIN) – Krisis air bersih yang melanda kota Balikpapan, Kalimantan Timur, dalam beberapa bulan terakhir, kini semakin parah. Hujan yang tidak kunjung turun, air tanah yang tidak bisa dikonsumsi, dan air ledeng Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang tidak mengalir dalam sebulan terakhir, menyebabkan harga air bersih melonjak dari Rp 40.000 menjadi Rp 300.000 per tangki isi 4.000 liter.

Pihak PDAM kota Balikpapan yang memberikan keterangan mengenai krisis ini terkendala dengan berbagai faktor,melalui Suryohadi staf hubungan planggan costomer servis PDAM mengatakan bahwa pihaknya terkendala dengan peraturan daerah tentang penyediaan air baku yang hanya boleh disediakan oleh pemerintah dan pihaknya hanya sebagai pengelola.

Sementara pihak pemerintah yang berkewajiban menyediakan air baku hanya mengandalkan dari keberadaan waduk manggar dengan kemampuan 75% suplai air bersih dalam kondisi normal berada pada level 10,3 namun disaat kemarau begini kondisi waduk berada pada level 4,7 hal ini sungguh memperihatinkan,”jelas Suryo.

Saat ini sebagian warga sibuk mencari air bersih untuk minum, memasak, dan untuk kebutuhan sehari-hari. Masyarakat yang antre air terlihat sampai Selasa (21/11) di sejumlah Posko Air Bersih seperti di Jalan MT Haryono, Posko Telagasari, Posko Gunungsari, dan Posko Air Kampung Damai. Mereka antre dengan membawa jeriken, ember besar, dan bahkan tangki plastik yang diangkut dengan menggunakan kendaraan bak terbuka. Setelah mengambil air, mereka diharuskan membayar kepada petugas sekitar Rp 2.000 Rp 15.000, tergantung ukuran tempat air yang digunakan.

Warga mengeluhkan pengeluaran yang semakin membengkak hanya untuk mendapatkan air untuk keperluan mandi dan mencuci.

Suryo mengatakan “Untuk mengatasi kesulitan air bersih akibat air ledeng yang tidak mengalir, PDAM Balikpapan menyediakan truk-truk tangki untuk mengirim ke rumah-rumah penduduk.
PDAM akan mengambil dari berbagai sumber-sumber air yang ada di sekitar balikpapan demi mencukupi kebutuhan warga.

Namun, karena banyaknya antrean, petugas hanya sanggup mengirim air dua minggu setelah pemesanan.
Antreannya banyak, sekarang saja sudah lebih 1.600 tangki yang dipesan,” kata seorang petugas di posko air.

Sejumlah perusahaan swasta juga ikut membantu mendistribusikan air dengan menggunakan truk-truk tangki. Namun, karena banyaknya permintaan sementara pasokan sangat minim, harga air yang harusnya Rp 40.000 per truk tangki, melonjak menjadi Rp 75.000, naik lagi menjadi Rp 150.000, Rp 250.000, dan sekarang sudah mencapai sekitar Rp 300.000 per tangki isi 4.000 liter.

Suryo juga menyampaikan agar warga Balikpapan agar lebih bijak dalam meggunakan air, karena boleh dikatakan sebagian besar penduduk Balikpapan termaksud sangat tinggi dalam penggunaan air bersih.

Wali Kota Balikpapan Imdaad Hamid mengatakan, petugas sudah berupaya maksimal mengatasi kelangkaan air bersih yang saat ini melanda Balikpapan. Meskipun demikian, karena faktor alam berupa hujan yang tak kunjung turun, Waduk Manggar yang menjadi sumber air baku PDAM kering sehingga tidak bisa dimanfaatkan masyarakat.

Berdasarkan pemantauan, Waduk Manggar, sekitar 15 kilometer dari pusat Kota Balikpapan kini sudah kering kerotang. Tanah di dasar waduk retak-retak, seperti sawah yang sudah lama kekeringan. (abi/alkn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *