KPK Didesak Usut Penyimpangan Proyek di Dinas PU BM dan PSDA Kota Palembang

“Diduga ada pungli 12-15 persen dari anggaran proyek”

Sumsel, (BIN) – Koalisi Rakyat Anti Korupsi yang terdiri dari Indonesian Corruption Investigation (ICI),Jaringan Anti Korupsi Nasional,Society Corruption Investigation (SCI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan penyimpangan proyek di Dinas Pu Bina Marga dan PSDA Kota Palembang yang diduga melibatkan Pengusaha dan Oknum Pejabat, Kota Palembang yang diduga mengakibatkan kerugikan Keuangan Negara hingga Miliar rupiah.

DARMA-BUDHY-13
Foto: Darma Budhy, Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Kota Palembang

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Jaringan Investigasi Nasional (JIN), Sambas MBA diruang kerjanya beberapa waktu lalu, Menurutnya dari hasil Investigasi dan sejumlah data yang diterima oleh JIN dan Koalisi bahwa, Dinas PU Bina Marga dan PSDA Kota Palembang memiliki anggaran sebesar Rp4.823.371.325,31 Pada TA 2013 Dinas PU Bina Marga dan PSDA telah merealisasikan Belanja Modal Pengadaan Jalan sebesar Rp149.056.151.300,00. Hasilnya terdapat 24 kegiatan belanja modal pengadaan jalan diduga tidak sesuai dengan bistek karena terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp4.823.371.325,31 dengan rincian diataranya;

Pekerjaan Perbaikan Jalan Zuhdi Bustam dan Jalan Kopral Ramin Kecamatan Sukarame dilaksanakan oleh CV NSM. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 306/KTR/PPK-BM/APBD/2013 tanggal 3 April 2013 sebesar Rp1.797.242.000,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp491.360.210,00 yang terdiri dari. Kekurangan volume Pekerjaan Beton Ready Mix K-275 Berdasarkan RAB, beton K-275 terpasang setinggi 15cm dengan volume sebesar 258,75m3, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 6,7-12,5cm sehingga volume yang terpasang sebesar 156,3m3 dan terdapat selisih sebesar 102,45m3 atau sebesar Rp110.514.090,50 (102,45 m3 x Rp1.078.712,45).

Dan Selisih harga satuan Lapisan Permukaan Aspal Beton (AC) Berdasarkan RAB, AC terpasang sebesar 7.525m2 dengan ketinggian 5cm dan harga satuan Rp173.681,46 per m2, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 1,9-5,8cm dengan ketinggian rata-rata 3,543cm sehingga menyebabkan terdapat selisih harga satuan sebesar Rp50.610,78 per m2 atau total sebesar Rp380.846.119,50 (7.525 m2 x Rp50.610,78 per m2).

Pekerjaan Perbaikan Jalan S. Parman (Tahap II) dan Jalan Padat Karya Tahap II Kel. Sukajaya Kec. Sukarame dilaksanakan oleh CV NBJ. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 294/KTR/PPKBM/APBD/2013 tanggal 28 Maret 2013 sebesar Rp749.178.000,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp164.792.398,83 dengan rincian pada Tabel berikut.

Pekerjaan Perbaikan Jalan Ponorogo dan Jalan Supersemar Kec. Sukarame dilaksanakan oleh CV NBJ. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 301/KTR/PPK-BM/APBD/2013 tanggal 28 Maret 2013 sebesar Rp1.598.546.000,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume sebesar Rp61.550.198,00 dan Selisih harga satuan Lapisan Permukaan Aspal Beton (AC) Berdasarkan RAB, AC terpasang sebesar 5.682,50m2 dengan ketinggian 5cm dan harga satuan Rp174.369,28 per m2, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 1,9-9cm dengan ketinggian rata-rata 4,795cm sehingga menyebabkan terdapat selisih harga satuan sebesar Rp7.149,14 per m2 atau total sebesar Rp40.624.988,05 (5.682,50m2 x Rp7.149,14 per m2).

Pekerjaan Perbaikan Jalan Sosial, Jalan Sukajaya dan Jalan Terusan Kec. Sukarame dilaksanakan oleh CV SB. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 165/KTR/PPK-BM/APBD/2013 tanggal 28 Maret 2013 sebesar Rp1.398.000.000,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp196.903.059,53 yang terdiri dari , Kekurangan volume Pekerjaan Beton Ready Mix K-250.

Berdasarkan RAB, beton K-250 terpasang setinggi 20cm dengan volume sebesar 85,00m3, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 14,6-15,9cm sehingga volume yangterpasang hanya sebesar 65,56m3 dan terdapat selisih sebesar 19,44m3 atau sebesar Rp20.498.314,38 (19,44m3 x Rp1.054.440,04)

Selisih harga satuan Lapisan Permukaan Aspal Beton (AC), Berdasarkan RAB, AC terpasang sebesar 6.392,50m2 dengan ketinggian 5cm dan harga satuan Rp173.994,81 per m2, sedangkan dilapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 1,9-5,5cm dengan ketinggian rata-rata 4,207cm sehingga menyebabkan terdapat selisih harga satuan sebesar Rp27.595,58 per m2 atau total sebesar Rp176.404.745,15 (6.392,50m2 x Rp27.595,58 per m2).

Pekerjaan Perbaikan Jalan Sukarela, Jalan Beringin, Jalan Letkol. Adrianz, Jalan Lintas Barat dan Soak (Aspirasi) Kec. Sukarame dilaksanakan oleh CV SK. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 147/KTR/PPKBM/APBD/2013 tanggal 3 April 2013 sebesar Rp1.990.635.000,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat (1) Kekurangan volume Pekerjaan Beton Ready Mix K-275, Berdasarkan RAB, beton K-275 terpasang setinggi 20cm dengan volume sebesar 418m3, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 6,2-17,5cm sehingga volume yang terpasang hanya sebesar 234,49m3 dan terdapat selisih sebesar 183,51m3 atau sebesar Rp199.643.892,74 (183,51m3 x Rp1.087.918,33)

Selisih harga satuan Lapisan Permukaan Aspal Beton (AC), Berdasarkan RAB, AC terpasang sebesar 6.712,50m2 dengan ketinggian 5cm dan harga satuan Rp173.375,68 per m2, sedangkan di lapangan diketahui tinggi terpasang bervariasi antara 2,5-7,3cm dengan ketinggian rata-rata 4,6cm sehingga menyebabkan terdapat selisih harga satuan sebesar Rp13.870,06 per m2 atau total sebesar Rp93.102.777,75 (6.712,50m2 x Rp13.870,06 per m2).

Pekerjaan Perbaikan Jalan AMD Talang Jambe (Lanjutan) dan Jalan Darma Karya (Lanjutan) Kec. Sukarame dilaksanakan oleh CV CTP. Pekerjaan dilaksanakan sesuai Kontrak Nomor 299/KTR/PPKBM/APBD/2013 tanggal 3 April 2013 sebesar Rp1.896.962.000,00. Jangka waktu pelaksanaan selama 120 (seratus dua puluh) hari kalender, sejak tanggal 3 April 2013 dan pekerjaan harus sudah selesai pada 31 Juli 2013. Pekerjaan telah dibayar sebesar Rp1.802.113.900,00 dengan SP2D Nomor 1306/2013 tanggal 15 Mei 2013 sebesar Rp379.392.400,00 dan Nomor 1846/2013 tanggal 12 Juni 2013 sebesar Rp1.422.721.500,00. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp240.915.976,86

Pekerjaan Perbaikan Jalan Sultan Hasanuddin dan Jalan Dahlan HY Kec. Alang-alang Lebar dilaksanakan oleh CV TI. terdapat kekurangan volume pekerjaan Beton Ready Mix K-250. Berdasarkan RAB, Beton Ready Mix -250 terpasang sebesar 761,03m3 (139,23m3 + 621,80m3) dengan ketinggian 15cm dan 20cm, sedangkan berdasarkan hasil cek fisik hanya terpasang sebesar 577,87m3 dengan ketinggian bervariasi antara 6-20cm sehingga terdapat selisih sebesar 183,16m3 atau sebesar Rp192.826.501,61 (577,87m3 x Rp1.052.776,27).

Pekerjaan Perbaikan dan Pelebaran Jalan Bay Pass Kec. Alang-alang Lebar dilaksanakan oleh CV WMU. terdapat kekurangan volume pekerjaansebesar Rp214.897.916,33.

Pekerjaan Perbaikan Jalan Kasiba Lasiba dan Box Culvert Kec. Alangalang Lebar dilaksanakan oleh CV CTP. terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp144.199.562,64 .

Pekerjaan Perbaikan Jalan dan Halaman Terminal Karya Jaya Tahap II Kec. Kertapati dilaksanakan oleh PT AK. terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp530.934.435,05

Pekerjaan Pembangunan Jembatan Jalan Jepang Keramasan RT.33 Kec. Kertapati dilaksanakan oleh CV BAM. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp9.798.650,08 dengan

Pekerjaan Perbaikan Jalan Bungaran Kel. 8 Ulu (Aspirasi) Kec. SU-I dilaksanakan oleh CV AA. penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan Beton Ready Mix K-225. Berdasarkan RAB, volume yang terpasang sebesar 735,36m3 dengan ketinggian 12cm, sedangkan hasil cek fisik di lapangan diketahui volume terpasang 443,05m3 dengan ketinggian 3,7-13cm sehingga terdapat selisih sebesar 292,31m3 atau sebesar Rp294.823.708,15 (292,31m3 x Rp1.008.599,46 per m3).

Pekerjaan Perbaikan Jalan Halaman Terminal Multi Wahana dan Poros Musi Raya Bombat Kec. Sako dilaksanakan oleh CV TSA. terdapat kekurangan volume pekerjaan Beton Ready Mix K-250 sebesar Rp324.153.212,50

Pekerjaan Perbaikan Jalan Sematang Borang (Lanjutan) Kec. Sematang Borang dilaksanakan oleh CV SSP. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan Beton Ready Mix K-250. Dalam RAB, volume yang terpasang sebesar 932,10m3 dengan tinggi 20cm sedangkan hasil cek fisik di lapangan menunjukkan volume terpasang sebesar 762,58m3 dengan tinggi antara 10,6-19cm sehingga terdapat selisih sebesar 169,52m3 atau sebesar Rp177.876.939,32 (169,52m3 x Rp1.049.297,66 per m3).

Pekerjaan Perbaikan Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Peltu Tulus Yahya Kec. IT. II dilaksanakan oleh CV SB. terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp214.560.792,46 .

Pekerjaan Perbaikan Jalan Taman Kenten dan Jalan Lr. SM. Nangcik, Jalan Sukarame Taksam Kel. Duku, Perbaikan Jalan Bambang Utoyo dan Letda A. Rozak, Perbaikan Jalan Komplek Kiwal Jalan Taman Kenten Kec. IT- II dilaksanakan oleh PT KU. penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp241.092.931,21

Pekerjaan Perbaikan Jalan Yayasan I + Jalan Gotong Royong dan Jalan Tl. Jawa Kec. IT. II dilaksanakan oleh CV JS. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp137.806.830,39.

Pekerjaan Perbaikan Jalan Pendawa dan Jalan Sultan Syahrir Kec. IT. II dilaksanakan oleh CV JS. menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp115.826.216,62, Pekerjaan Perbaikan Jalan Madang, Jalan Kenari, Jalan Murai III, Jalan Merbau dan Syakyakirti, CS Kec. IT-I dilaksanakan oleh CV BAP. terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp204.742.441,85.

Selanjutnya Sambas menambahkan pekerjaan Perbaikan Jalan Swadaya, Jalan S. Prawiro Kec. Kemuning dilaksanakan oleh CV PMP. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp92.282.220,25 yang merupakan selisih harga satuan Lapisan Permukaan Aspal Beton (AC). Berdasarkan RAB, AC terpasang sebesar 4.975m2 dengan ketinggian 5cm dan harga satuan Rp174.007,44 per m2, sedangkan di lapangan menunjukkan tinggi terpasang bervariasi antara 2-6,1cm dengan ketinggian rata-rata 4,467cm sehingga menyebabkan terdapat selisih harga satuan sebesar Rp18.549,19 per m2 atau total sebesar Rp92.282.220,25 (4.975m2 x Rp18.549,19 per m2).

Pekerjaan Perbaikan Jalan Kadir Karim Kec. Gandus dilaksanakan oleh CV NBJ. volume pekerjaan kurang sebesar Rp113.178.020,87.

Pekerjaan Perbaikan Jalan Sofyan Kenawas Kecamatan Gandus dilaksanakan oleh CV SSP. Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan sebesar Rp148.525.479, Pekerjaan Perbaikan Jalan Sawit Raya Perum dan Jalan Blok G-L Perum Bukit Sejahtera Kec. IB-I dilaksanakan oleh CV DS.

Hasil pemeriksaan fisik bersama di lapangan dan penghitungan ulang terhadap RAB, menunjukkan terdapat kekurangan volume pekerjaan Beton Ready Mix K-225. Berdasarkan RAB, volume terpasang sebesar 611,33m3 dengan tinggi 15cm sedangkan hasil di lapangan menunjukkan volume terpasang sebesar 466,87m3 dengan tinggi antara 6,95-12,95cm sehingga terdapat selisih sebesar 144,46m3 atau sebesar Rp145.658.502,28 (144,46m3 x Rp1.008.296,43 per m3).

Pekerjaan Penimbunan Jalan Menuju Kawasan Agropolitan (Tahap II) Kec. Gadus dilaksanakan oleh CV BAP. Berdasarkan RAB, volume terpasang sebesar 570,50m3 dengan tinggi 15cm sedangkan hasil di lapangan diketahui volume terpasang sebesar 503,25m3 dengan tinggi antara 9,5-18cm sehingga terdapat selisih sebesar 67,25m3 atau sebesar Rp31.293.462,68 (67,25m3 x Rp465.330,30 per m3).

Kondisi tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, selain itu juga melanggar Lampiran III Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pemilihan Penyedia Pekerjaan Konstruksi bagian B nomor 1 huruf f butir 10 mengenai Evaluasi Harga dijelaskan bahwa harga satuan penawaran timpang yang nilainya lebih besar dari 110% (seratus sepuluh perseratus) dari harga satuan yang tercantum dalam HPS, dlakukan klarifikasi. Apabila setelah dilakukan klarifikasi ternyata harga satuan penawaran tersebut timpang, maka harga satuan penawaran timpang hanya berlaku untuk volume sesuai dengan Dokumen Pemilihan.

Dan Klausul dokumen kontrak masing-masing kegiatan menyangkut daftar kuantitas, volume dan harga satuan pekerjaan. Kondisi tersebut mengakibatkan terdapat kelebihan pembayaran sebesar Rp7.201.509.337,32

Sambas mencurigai bahwa Kepala Dinas terkait selaku Pengguna Anggaran (PA) kurang melakukan pengawasan dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pejabat Penanggung jawab Teknis Kegiatan (PPTK) dan Pengawas Lapangan masing-masing pekerjaan kurang cermat dalam mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan sesuai kontrak serta Panitia Penerima Pekerjaan lalai dalam melaksanakan tugas.

Dari Hasil Investigasi dan Data yang diterima oleh JIN,dugaan korupsi proyek ini dilakukan dengan sistimatis dan berjemaah yang diduga melibatkan Oknum Pejabat di lingkungan Dinas PU BM & PSDA. Bahkan Sambas memaparkan bahwa diduga kejadian kurangnya volume pekerjaan dikarenakan adanya pungutan liar yang dilakukan oleh oknum pejabat terkait yang besarannya berkisar antara 12 hingga 20 persen dari setiap anggaran proyek yang telah dipotong pajak dan fee proyek yang menjadi pungli tersebut terkadang telah di minta sebelum masa lelang proyek melalui LPSE.

Sambas juga mengendus modus baru dalam dugaan korupsi sistem pengadaan barang dan jasa secara elektronik atau “E-Procurement”.

“Kami mulai menelusuri modus baru untuk menyiasati proses `procurement` secara online,” kata sambas, menurutnya, mekanisme pengadaan barang dan jasa secara online merupakan salah satu terobosan untuk mengantisipasi terjadinya penyimpangan.

Meski demikian, lanjut dia, TIMnya mulai mengendus modus untuk menyiasati sistem tersebut. Ia menjelaskan modus yang dilakukan tersebut yakni dengan cara memperkecil kapasitas bandwidth` sistem penawaran barang dan jasa tersebut.

“Pada saat-saat tertentu `bandwidth` akan diperbesar untuk memberi kelompok-kelompok tertentu mendaftar, kemudian dikecilkan lagi,” katanya.

Dengan demikian, lanjut dia, tidak semua penawaran dapat masuk dalam sistem yang sudah disediakan itu. Selain itu, menurut dia, untuk mengurangi persaingan antarpeserta lelang juga dipasang persyaratan-persyaratan yang cukup sulit.

“Ketika sudah ada penawaran masuk, baru ditambahi persyaratan yang dinilai menyulitkan,” tambahnya. Ia mengungkapkan pihaknya telah bekerjasama dengan KPK mengincar beberapa kasus yang saat ini sudah mulai ditangani.

Berkenaan dengan itu, kata Sambas, JIN dan Koalisi mendesak KPK untuk segera melakukan pengusutan terhadap dugaan penyimpangan beberapa proyek tersebut yang diduga merugikan Negara Miliar rupiah, yang diduga melibatkan Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Darma Budhy,oknum pengusaha dan oknum pejabat lainnya.

Hal tersebut juga sesuai dengan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumatera selatan, bahwa pihak BPK ,memerintahkan PPK Dinas PU Bina Marga dan PSDA mempertanggungjawabkan sisa kelebihan pembayaran sebesar Rp1.821.706.252,07 terhadap pelaksana kegiatan dan menyetorkan ke Kas Daerah.

Ketika waratwan melakukan konfirmasi ke Kepala dinas PU Bina Marga dan PSDA Kota Palembang, Darma Budhy, terkait informasi dugaan adannya pungli dan penyimpangan proyek yang bersangkutan tidak berada ditempat, salah seorang stafnya yang bernama syarif mengatakan bahwa kepala dinas sibuk (mas)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment