Karyawati Sebuah Bank Diduga Melindungi Pelaku Tindakan Asusila dan Penipuan

ilustrasi perkosa-korban
Foto: ilustrasi

Sorong, PAPUA, (BIN) – Karyawati Bank Mandiri Sorong berinisial IA dianggap melindungi suaminya yang diduga telah melakukan tindakan asusila pada remaja dibawah umur, sebut saja namanya Bunga (18 thn). Selain itu, sesuai keterangan orang tua korban pada beberapa wartawan, suami IA juga melakukan penipuan.

“Sudah jelas istri melindungi suaminya. Suaminya sudah menipu anak saya dengan janji-janji manis, membujuk anak saya untuk miras dan dimanfaatkan, sampai anak saya hamil tanpa sepengetahuan kami orang tua. Tapi IA masih membela suaminya” tegas ibu kandung korban.

Kekecewaan orang tua korban muncul setelah membuat pengaduan pada pihak kepolisian Polres Sorong Kota lewat Binmas, pada saat itu dihadiri beberapa pers yang kebetulan berada di tempat itu.

Kesepakatan yang dibuat antara pihak korban dan tersangka ternyata tidak membuahkan hasil karena IA sebagai salah satu penjamin terlalu banyak alasan yang dibuat-buat dan semua tidak jelas.

“Sudah jelas IA menyembunyikan keberadaan suaminya karena alasannya kerja di Waisai ternyata tidak lagi,” ujar ibu kandung korban.

“dimana tanggung jawabnya sebagai penjamin!” lanjut ibu kandung korban, kepada beberapa wartawan nasional melampiaskan kekecewaan keluarga atas tindakan IA dan suaminya. Apalagi IA yang mengaku sebagai karyawati di sebuah Bank terbaik.

“Saya pikir, orang-orang yang bekerja di perusahaan besar apalagi di sebuah Bank yang sangat terkenal dan dipercaya khalayak umum dari Sabang sampai Merauke, harusnya punya kepribadian dan pendidikan yang baik apalagi masalah moral. Jangan hanya karena nila setitik merusak susu sebelanga. jangan hanya karena oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab sehingga mengecewakan khalayak umum”, tandas ibu korban.

Dari hal-hal terkecil ini, sekiranya dapat menjadi perhatian dari pihak Bank Mandiri (khususnya) disiplinkan dan tanamkan moral yang kuat pada setiap karyawan/ti, agar jangan sampai terjadi lagi. Harapan dari keluarga korban disampaikan kepada pers.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada penyelesaian dan informasi yang jelas dari pihak keluarga tersangka dimana keberadaan tersangka. Padahal dari keterangan dan bukti berupa surat pernyataan lewat ruangan BINMAS Polres Sorong Kota, dari pihak pelapor dan terlapor masih disimpan oleh pihak pelapor.

Untuk itu, lewat beberapa media orang tua korban mengutarakan kekecewaan mereka.
“Saya ingin masalah ini diselesaikan lewat proses hukum saja, tidak perlu ada pernyataan-pernyataan sekalipun dibuat lewat BINMAS karena tidak akan ada penyelesaiannya untuk kasus seperti ini. Sebenarnya tanggungjawab BINMAS justru dari BINMAS sendiri tidak ada tindakan yang jelas dalam kasus seperti ini, malahan mereka macam acuh tak acuh, padahal pernyataan dibuat lewat BINMAS. Kami dari pihak korban sangat kecewa dan merasa tertipu dengan pernyataan yang dibuat sekalipun di ruangan BINMAS,” tegas SL orang tua korban sembari menutup kekesalan mereka. (Anton)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *