Beberapa Papan Reklame di Bogor Diduga Tak Berijin

image001Bogor, (BIN) – Kades Cilebut Timur Arwanih BE mengeluhkan terhadap pengusaha yang memasang papan reklame di wilayahnya belum melakukan pemberitahuan, tetapi sudah terpampang megah. Seperti papan reklame salah satu perusahaan properti.

Ketika wartawan mengkonfirmasi kepada pihak yang dikeluhkan oleh kades tersebut, kala itu Isa staf perusahaan properti melalui telphon selulernya menjelaskan bahwa pemasangan iklan perusahaannya sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak jasa pemasangan reklame yang ditunjuk yaitu PT. Raja Promo yang berada di kota Bogor.

Menindaklanjuti hal tersebut, wartawan Berita Investigasi Nasional mengkonfirmasi Erni, staf PT. Raja Promo melalui ponselnya pula. Menurut pengakuannya, Erni menjelaskan bahwa perusahaannya sudah melakukan prosedur pemasangan reklame yang sesuai peraturan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal ini BPT Kabupaten Bogor. Diakui pula bahwa Satpol PP kabupaten Bogor pun membenarkan prosedur tersebut.

Sementara itu pihak kantor BPT kabupaten Bogor, melalui Teguh S pejabat bagian pengaduan saat dikonfirmasi menerangkan bahwa pemasangan reklame harus melakukan prosedur yang jelas. Selain itu, kata Teguh, harus melakukan pemberitahuan kepada wilayah setempat dimana papan reklame dipasang, berizin dan mendapat nomor registrasi izin yang dicantumkan dipapan reklame.

Namun pantauan di lapangan, wartawan tidak menemukan adanya nomor registrasi tersebut. Ironis sekali apabila memang prosedur sudah benar dijalankan mengapa kades Cilebut Timur mengklaim belum adanya pemberitahuan kepada pihaknya yang dikuatkan pula oleh laporan RT dan RW setempat.

Kades Arwani pun menurut pengakuannya sudah melayangkan surat panggilan terhadap perusahaan yang diiklankan tersebut, tapi sampai berita ini diturunkan belum ada yang menanggapi serius suratnya. Ia berharap dan menghimbau kepada seluruh pengusaha atau investor yang berada di wilayahnya untuk selalu menuruti peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan karena pengusaha atau investor merasa mempunyai link pejabat diatasnya lantas kewenangan dan prosedur di wilayahnya dilewati dengan semaunya saja,” ujar Arwani, menyesalkan tidakan pihak pemasang papan iklan .
“Bagaimana jadinya akan tercipta suasana yang kondusif bagi pengusaha atau infestor bila atasan dan bawahan serta pengusaha tersebut tidak bersinergi dengan baik sesuai aturan yang ada,” pungkasya. (HD)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

One Thought to “Beberapa Papan Reklame di Bogor Diduga Tak Berijin”

  1. azriel

    Dalam sop perizinan reklame tidak ada aturan yang mengharuskan wajib pajak untuk melapor terlebih dahulu kepada pihak kelurahan/desa maupun kecamatan. Jadi lurah maupun camat tidak ada dasar hukumnya untuk merasa keberatan dengan keberadaan reklame tersebut selama wajib pajak sudah mengurus segala perizinan di badan perizinan terpadu atau yg skrg disebut badan penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu. Jadi tolong dipahami terlebih dahulu sop tentang suatu perizinan yg dilakukan sebelum berkomentar atau mengambil suatu tindakan. Coba dibaca perda, perbup serta sop perizinan yg dirilis badan perizinan nya dulu. Terima kasih

Leave a Comment