Arah Masuk Jalur Dua Beureunuen Rawan Kecelakaan

10703759_470595319744996_7140169929091576207_nPidie-Beureunuen, (BIN) – Rawannya arah masuk jalur dua lintas Banda Aceh-Medan  lebih kurang 1 KM dari kota Beureunuen Kabupaten Pidie, tepatnya di depan kantor Polsek dan Kantor Camat Mutiara Timur sering terjadi kecelakaan lalulintas.

Dua hari yang lalu awak Media Berita Investigasi Nasional (BIN), Selasa malam (7/10/2014) telah terjadi kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban jatuh tersungkur ke badan jalan, hal ini diakibatkan oleh penyempitan badan jalan diujung jalur dua tersebut. Fatalnya lagi di lokasi tersebut tidak adanya tanda-tanda atau rambu-rambu yang terpasang sehingga pengguna jalan nyaris mengalami kecelakaan.

Pada malam naas itu persis di depan awak Media BIN ada seorang pengendara sepeda motor yang melintas saat hujan lebat, ditambah lagi kondisi jalan tersebut terputus pada penyempitan badan jalan dan mengakibatkan pengendara sepeda motor tersebut jatuh tersungkur dan mengalami luka di bagian muka korban dan kepalanya mengeluarkan banyak darah. Tanpa fikir panjang awak media BIN langsung menolong korban dengan membawanya ke RSU Tgk. Abdullah Syafi’i yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

Beberapa anggota masyarakat yang sempat ditemui awak media BIN sangat mengharapkan adanya lanjutan pembangunan pelebaran jalan dan membenahi kondisi berem/median jalan yang memang sangat meresahkan pengguna jalan raya.

Pantauan media BIN, sering terjadi kemacetan yang disebabkan sempitnya arah masuk jalur dua tersebut sebab lokasinya sangat dekat dengan persimpangan jalan menuju ke arah Kecamatan Kembang Tanjong. Apalagi lokasi tersebut dekat dengan sekolah-sekolah hingga tak ayal akan mengancam keselamatan anak-anak yang pulang sekolah.

Yang anehnya, sejak pembangunan jembatan baru dan pembangunan jalur dua itu tidak adanya pemasangan lampu penanda jalur dua dan juga mengenai lampu yang sudah terpasang di jembatan Beureunuen tersebut sampai berita ini diturunkan tidak kunjung menyala.

Dalam hal ini sangat diharapkan kepada Pemerintah Daerah untuk segera mengalokasikan anggaran lanjutan pembangunan pelebaran jalan lintas Banda Aceh-Medan tersebut dan segera menasang rambu-rambu jalan pada lokasi-lokasi tertentu yang dianggap rawan untuk kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan raya agar tidak bertambah lagi korban kecelakaan lalulintas di lokasi tersebut. (SAF/Hasbi/BIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *