BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Aceh Aman, Orang Denmark Ke Pantai Laut Beurawang

???????????????????????????????BIREUEN-ACEH, (BIN) – Kedamain yang telah dirajut rakyat Aceh setelah konflik berkepanjangan telah membuka kembali pundi-pundi ekonomi yang buram. Wisata pun mulai mencuat sebagai salah satu lahan bisnis buat yang berminat. Demikian menurut Tarmizi A. Gani salah seorang warga Aceh aktifis Pertanian dan peternakan yang sebelumnya pernah berkampung di Eropa selama hampir sepuluh tahun.

Antara yang menarik dijual untuk peminat industri wisata nasional bahkan Internasinal adalah pantai Aceh yang perawan dan menakjubkan. Para investor lokal diharap tidak terpaku, sehingga peluang yang ada akan menjadi milik orang luar nantinya.

Sebagai orang Aceh yang pernah tinggal di Eropa, melihat betapa pentingnya pemerintah Aceh melakukan berbagai lobi dalam memaknai hasil perjuangan bangsa dan bahkan sebagai titik ukur sukses dan tidaknya implementasi hasil perdamaian di Aceh, selain pertanian arti luas, wisata adalah lahan bisnis yang menjajikan.

“Belum lama ini, saya sempat memandu sebuah keluarga yang juga guru serta teman yang datang jauh dari Denmark, Eropa, ke sebuah pantai yang indah di Beurawang, Bireuen, Aceh. Mereka sangat senang, katanya pantai Aceh cukup bagus, merekapun dengan senang dan gembira bisa menikmati ombak – ombak kecil yang memecah pinggiran pantai, damai itu memang indah untuk siapa pun,” ujar Tarmizi A. Gani kepada awak media belum lama ini.

Tarmizi A. Gani (Mukarram) bersama isteri dan teman di pantai Denmark(ft-dok-pribad)Menurutnya, Bireuen adalah salah satu lokosi cantik dan indah selain Sabang Pulau Weeh dan Simeulu serta Pulau Banyak untuk di kunjungi wisatawan manca negara. “Maka dengan itu marilah sama – sama kita merawat perdamaian ini, sehingga kita tidak lagi kembali ke alam durjana. Pemerintah pun jangan hanya asik bicara tanpa bisa membuka lapangan kerja buat masyarakat, perlu di ketahui oleh kita semua, konflik sekecil apa pun di ranah sosial akan cukup mempengaruhi komflik besar, jika kemudian di boncengi, jadi jangan tunggu diboncengi tapi selesaikan secepat mungkin,” paparnya.

Gani juga mengatakan, kenjungan orang Denmark ke Bireuen dalam tempo beberapa hari, bahkan hingga ke Saree dan Sabang menjadi bukti Aceh bukan lagi daerah yang perlu dirisaukan, untuk memeliharanya tinggal bagai mana pemerintah mensikapi semua tuntutan rakyat, yang dilihat masih sangat buram dalam menata hidup dan pendapatan harian mereka.

Kabid pariwisata Kabupaten Bireuen, Ayu, yang dihubungi awak media BIN, mengatakan kabupaten Bireuen juga merupakan salah satu wisata kuliner terbaik di Aceh, dan saat ini pemerintah Bireuen juga sedang gencar mengkampanyekan wisata pelayanan publik terbaik, dengan itu Ayu berharap agar ke depannya, semakin ramai wisatawan datang ke Bireuen.

“Sementara untuk wisata alam kita sedang tunggu aturan, termasuk mempersiapkan infrastrukturnya, yang sedang kita benahi sekarang adalah adalah standarisasi usaha kuliner,” tandasnya. (Hasbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *