SDN Pangadungan Ciluluk Potong Dana BSM

dana bsmKab Bandung, (BIN) – Bantuan siswa miskin (BSM) di SDN Pangadungan Ciluluk di duga dipotong oleh pihak sekolah sebesar Rp. 30.000 Bantuan yang seharusnya diterima Rp 450.000,- hanya bisa dibawa pulang sebesar Rp 420.000,- pada hari Senin (22/7) pekan lalu. Pemotongan dana BSM ini diketahui saat puluhan orangtua siswa penerima BSM tersebut mendatangi sekolah, untuk mempertanyakan maksud pemotongan ini karena selain pemotongan dengan jumlah yang tidak wajar juga dinilai tidak transparan.

Salah satu sumber orang tua siswa mengatakan, beberapa hari sebelum diterimanya BSM ini pihak sekolah berinisial N salah satu TU telah mengirimkan surat undangan isinya musyawarah sekolah dan orangtua. Sumber bersama orangtua lainnya, juga sempat curiga karena dalam rapat musyawarah tersebut hanya bisa dihadiri oleh perempuan atau ibu murid.

“Bisa saja ini adalah trik pihak sekolah agar pemotongan dana BSM yang dilakukan pihak sekolah tidak mendapat protes. Karena yang dihadiri oleh ibu-ibu jadi dianggap tidak akan diprotes saat musyawarah berlangsung”, ujar sumber menegaskan musyawarah tersebut dilakukan karena pihak sekolah akan melakukan pemotongan dana ecek-ecek dari BSM sebesar Rp. 30.000.

Ironisnya, pihak Tu memanggil pihak orang tua Murid ia mengatakan jangan sampai pemotongan ini tidak diexpose keluar atau wartawan, identiknya pelanggaran yang dilakukan ini jangan sampai tercium pihak wartawan.

Lebih lanjut kata sumber mengatakan, pemotongan dilakukan pihak sekolah dengan alasan uang tersebut untuk biaya administrasi pengurusan ke Bank.

Sementara itu kepala SDN, H Suharna Kepala Sekolah (telah dimutasi) saat hendak dikonfirmasi malah menghindari wartawan, sempat dihubungi melalui telepon selulernya ia mengatakan seolah-olah tidak mengakui pemotongan tersebut bahkan pemotongan tersebut diatas kewajaran, ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bandung mengatakan tindakan pemotongan itu adalah suatu pelanggaran. “Kita akan menyikapinya dengan memanggil kepala sekolah tersebut untuk dimintai keterangan. Dan apabila terbukti maka kita akan segera menindak sesuai aturan yang ada”, ujar Kadis menegaskan BSM ini harus diterima oleh siswa 100 persen tanpa adanya potongan dengan alasan apapun. Karna biaya operasionalnya sudah diberikan. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *