BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Pembangunan Ruas Jalan Kota Batam Terindikasi KKN

Diduga Mengurangi Volume Kontruksi

jalan1Batam, (BIN) – Pembangunan sejumlah ruas jalan di Kota Batam terindikasi adanya dugaan KKN ( Kolusi, Korupsi, Nepotisme ), pasalnya pembangunan ruas jalan di Kotamadya Batam seperti Ruas Jalan Depan Mega Mall menuju simpang Perumahan Baverly, Perumahan Bida Asri 2 di tolak warga, adanya kegiatan bangunan Ruko, Batu Ampar, sampai Jalan Kampung Vietnam Kecamatan Galang Barelang. Edisi sebelumnya diberitakan bahwa kontruksi ruas Jalan belang kawasan Tunas dianggarkan dari perusahaan PT Property Orchad yang mendapatkan persetujuan dari pihak BP Batam dan Pemko Batam dengan menutup akses jalan.

Rencana pembangunan Infrastruktur jalan akan di hibahkan kepada Pemerintah setempat walaupun anggarannya berasal dari perusahaan, karena pembangunan Infrastruktur jalan dilakukan untuk salah satu akses konsumen menuju perumahan yang di sediakan nantinya.

Pembangunan Infrastuktur Jalan mulai Mega Mall sampai ke Perumahan Baverly diduga telah mengurangi Spek yang di tetapkan baik dari lebar jalan, penggunaan besi maupun sambungan besinya. Pembangunan Ruas jalan ini menggunakan Anggaran APBD Propinsi Kepri dengan Harga Penilaian Sementara ( HPS ) Pagu sebesar Rp 7.280.515.560,- dengan menggunakan besi 6 dan stek sambungan panjang 30 cm. Tampak pembangunan Infrastruktur Jalan tidak terdapat bahu jalan.

Pardi KDA ketika ditemui mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melebarkan jalan lagi, karena mengimbas terhadap pagar-pagar perusahan baik dari depan Mega Mall, Telkomsel, Bank BTN, Pertamina, SPBU dan gedung LAM sendiri. untuk itu pihaknya akan melebarkan sebelah sisi jalan yang ada mengikuti teknis dari PU Propinsi. Besi yang kita gunakan ukuran 8 dan Campuran Cor Redimix K 350, setelah ini progresnya lebar jalan yang akan dibangun 8 Meter dan akan kita bagi berdasarkan lebar masing-masing.

Dari sejumlah Proyek kontruksi jalan, kampung Vietnam Sei Jantung Barelang Kecamatan Galang menggunakan Anggaran APBD Kota Batam senilai Rp 3.4564.371.896,47,- . Dalam pengerjaan tampak besi Konstruksi memakai besi 8 dan stek sambungan besi mengunakan panjang 30 cm dan tidak ada penyanggah slup di bawah, dan terlihat juga Proyek tersebut retak dan menjadi sarat penyalahgunaan anggaran yang melanggar Peraturan Presiden Nomor 54 dan peraturan pemerintah nomor 80 bahwa proyek Kontruksi usia maximal selama 10 Tahun, tetapi Proyek ini baru berjalan kelihatan Retak.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Batam Ir. Yumasnur, MT ( Master Teknik ) yang dikonfirmasi dan Klarifikasi mengenai data Anggaran Belanja di PU menjelaskan bahwa data tersebut berada di Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi / Badan Komunikasi Informasi Kota Batam. Sungguh luar biasa jawaban yang disampaikan. Kepala Dinas PU Propinsi belum dapat di Konfirmasi tentang sejumlah Proyek yang di anggarkan untuk Kota Batam. ( A.RIANTO)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *