PD.AYAM INTAN BATULAYANG 30 Th Beraktivitas Tanpa Memiliki Izin Oknum Instansi Pemerintah di Duga Tutup Mata

KALBAR ( Bin ) Hendra Saputra, bocah 16 th warga jalan kebangkitan nasional, gang dadap ayu, mengaku hanya mendapat uang santunan Rp 500 ribu. Santunan itu dia dapatkan dari PD. Ayam intan setelah empat jari tangan kananya putus di iris mesin pemotong kaleng kemasan, sampai saat ini nasib Hendra Saputra yang mengalami cacat permanen belum ada kejelasan pasti dari instansi terkait maupun perusahaan di tempat dia bekerja.
Kepala Dinsosnaker kota Pontianak, yektisukmawati dan kabid tenaga kerja kota Pontianak,Affan mendatangi perusahaan untuk memeriksa admistrasi ketenagakerjaan, namun sangat di sayangkan HENDRA pemilik perusahaan tidak komperatik dalam memberikan keterangan. Hendra selalu mengatakan segala urusan sudah saya serahkan kepada pengacara saya, Cecep Supriadi.
Konfederasi serikat pekerja seluruh Indonesia ( KSPSI ) kota Pontianak Utara mengatakan dengan penolakan tersebut sebagai bukti PD.ayam Intan perusahaan yang bermasalah.
Industri pengolahaan bubuk kopi PD. Ayam Intan kelurahan batulayang Pontianak utara sudah 30 th menjalankan aktivitasnya patut di pertanyakan apa sengaja menjadikan perusahaanya ilegal, sengaja tidak mengurus izinnya ? yang jelas oknum instansi terkait menutup mata atas perusahaan tersebut, dikarenakan sampai saat sekarang langkah tindakan perusahaan belum memberikan kompensasi dan seakan lari dari tanggung jawabnya. Masalahnya proses sanksi untuk perusahaan itu seakan jalan di tempat, sudah seharusnya di proses dengan jalur hukum sesuai UU yg berlaku.(Nurjani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *