Muhammadiyah Tolak ISIS

isisKENDAL BIN,- Mencermati keberadaan dan perkembangan gerakan Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) baik di negara asalnya dan terutama di indonesia, Pusat Pimpinan Muhammadiyah berpandangan bahwa dilihat dari konteks kelahirannya ISIS merupakan gerakan politik radikal yang lahir sebagai reaksi atas situasi politik dalam negeri Irak dan Syiria. ISIS merupakan gerakan politik radikal yang lahir sebagai reaksi atas situasi politik dalam negeri irak dan siria, Isis bukanlah gerakan Islam tetapi gerakan politik yang mengatasnamakan Islam untuk merebut kekuasaan politik irak dan syiria dan sebenarnya Isis tidak ada hubungannya dengan persoalan politik di negara-negara lainnya termasuk di Indonesia.
Muhammadiyah sebagai gerakan dan organisasi Islam sejak awal kelahirannya aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan dan berkiprah dalam mendirikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang diproklamasikan 17 agustus 1945, Muhammadiyah sesuai Matan Keyakinan dan Cita Hidup Muhammadiyah (MKCH) serta kristalisasi Idiologi dan Khittah gerakannya berpandang bahwa indonesia sebagai Dar al-salam, Dar al-Ahdi, Dar al-stahadah, dan dar al-hadlarah yang artinya sejiwa dan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Muhammadiyah juga mendukung sepenuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan atas Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 untuk dibina dan dimakmurkan menjadi Baldatun Thayyibatun wa rabbun Ghafur, yakni negeri yang maju, adil,makmur, bermartabat dan berdaulat yang diridlai Allah Yang Maha kuasa sebagaimana cita-cita kemerdekaan yang diletakkan oleh para pendiri bangsa.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah K.H Musman Tholib menegaskan bahwa muhammadiyah menolak gerakan dan faham Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) di indonesia karena bertentangan dengan prinsip dan nilai-nilai ajaran Islam.
K.H Musman Tholib menghimbau kepada warga Muhammadiyah “pada khususnya dan umat Islam pada umumnya hendaknya tidak terpengaruh oleh dan tidak memberi peluang bagi berkembangnya gagasan dan gerakan ISIS yang hanya akan memecah belah persatuan bangsa serta bisa melemahkan ukhuwah Islam.
PPM K.H Sukriyanto menambahkan cara-cara kekerasan yang dipergunakan ISIS untuk mencapai tujuan sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang mengajarkan perdamaian, kesatuan, dan keadaban, serta dapat membawa kemunduran bagi massa depan peradapan.(eko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *