Masih Minim, Sertifikasi Kompetensi Tenaga Kerja

Nur Fajar Pratama
Nur Fajar Pratama
Pasar bebas ASEAN 2015 sudah di depan mata, namun Hingga kini sertifikasi kompetensi tenaga kerja di Jawa Barat masih minim. Padahal sertifikasi mutlak diperlukan dan harus di miliki oleh para tenaga kerja Indonesia. Khususnya Jawa Barat, agar siap berkompetensi dengan tenaga asing dari Negara lain.
Seperti yang di ungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jabar, Wawan Ridwan.
“Kita belum optimal dalam sertifikasi tenaga kerja dari informasi yang pernah saya dapat, baru 60 persen yang punya sertifikat kompetensi . sementara bagi Negara lain, hal seperti ini (sertifikat kompetensi) sudah dimiliki, “ Meski tenaga kerja sudah banyak yang memiliki kompetensi namun masih minim yang memiliki sertifikat dari kompetensinya tersebut. Karena kompetensi salah satunya di buktikan dengan adanya sertifikat, sementara perusahaan akan melihat sertifikat kompetensinya sebelum keahliannya di manfaatkan oleh perusahaan tersebut. Karena kalau tidak punya sertifikat, mana ada yang percaya kalau dia mampu berkompetensi.
Perlunya sertifikat kompetensi, karena pihaknya pernah mengetahui adanya investor asing yang membawa serta tenaga kerjanya untuk di pekerjakan di Indonesia. Namun kondisi tersebut bisa di atasi setelah adanya negosiasi sehingga tenaga kerja asing yang dibawa investor tersebut tidak jadi dipekerjakan di Indonesia.
Mau tidak mau para tenaga kerja kita harus siap, karena kalau pasar bebas sudah di berlakukan, tidak ada lagi negosiasi, tidak ada lagi toleransi, yang siap adalah yang pasti akan di gunakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *