BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Dana BOS SD 28/1 MALAPARI Di Duga Menjadi Lahan Meperkaya Diri

bos sd 2bos sdJambi-BIN. Undang undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa setiap warga negara yang berusia 7 s/d 15 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.
Maka untuk menciptakan pendidikan dasar yang bermutu, pemerintah Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) memberlakukan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar sistem pendidikan dasar 9 tahun dapat berjalan dengan baik tanpa adanya pungutan Biaya apa pun. Dengan demikian beban masyarakat terhadap biaya pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun yang bermutu menjadi ringan.


Pertanyaannya adalah apakah penggunaan program BOS tersebut sudah berjalan sesuai dengan petunjuk Teknis( Juknis) yang telah di tentukan?
Hasil temuan Investigasi Wartawan Berita Investigasi Nasional hari Jum’at (22/08) di SD.N NO 28/1 desa Malapari Kec.Muara Bulian Kab.Batang Hari Jambi di duga adanya penyelewengan terhadap penggunaan dana BOS. Dimana kondisi penggunaan dana BOS di sekolah tersebut di sinyalir hanya menjadi lahan untuk memperkaya diri oknum Kepala Sekolah yang bersangkutan.
Hal ini Karena dari hasil pantauan, kondisi fisik bangunan sekolah sangat memprihatinkan. Diantaranya terdapat lantai yang sudah pecah- pecah dan Meubelair yang sudah tidak layak pakai, begitupun dengan kondisi Sanitasi (WC) sekolah tidak berfungsi dengan baik.
Yang lebih ironisnya lagi sekolah ini tidak memiliki Rencana Kegiatan Anggaran Sekolah (RKAS) sesuai Formulir BOS-K2, serta tidak memiliki rencana Penggunaan Dana BOS/Formulir BOS-03 apalagi memiliki Laporan Penggunaan dana BOS/Formulir BOS-4 yang di pajang di papan pengumuman.
Salah satu Anggota Tim manajemen BOS di Sekolah SDN No.28/1 desa Malapari, Nazomi yang berperan sebagai Bendaharanya saat di wawancara Tim Media Berita Investigasi Nasional mengatakan, “Kami hanya melaksanakan penggunaan BOS tersebut sesuai yang di tentukan Kepala Sekolah,” ujarnya.
Namun saat di tanya tentang Peran Komite sekolah, Nazomi tidak dapat memberikan jawaban.
Nazomi mengakui jumlah Dana BOS dari 167 orang siswa di sekolahnya, dalam per triwulannya hanya Rp.12 juta yang di serahkan Kepala sekolah kepadanya.
” Dari jumlah dana BOS yang kami terima,hanya dua belas juta Rupiah yang di serahkan pada saya per triwulan nya,” imbuhnya.
Di lain pihak, Kepala Sekolah SDN.No 28/1 malapari Suherman HD yang sekaligus selaku penanggung jawab Tim manajemen BOS, saat akan ditemui tidak ada di tempat dan terkesan menghindar dari Wartawan. (JHP/Herlas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *