Tradisi Kuala Halmahera Maluku Utara Masih Terjaga Dengan Baik

?????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????Bandung –BIN, Salah satu seni budaya yang tetap masih terjaga di Jawa barat adalah Yangere adalah salah satu musik tradisional Pulau Morortai Halmahera Utara musik ini dimainkan oleh sekelompok orang baik laki-laki maupun perempuan dengan menggunakan gitar tradisional dari kayu dan basnya dibuat dari kas yang berbentuk 4 persegi.Musik ini sangat unik bila dibandingkan dengan alat yang digunakan para pemusik tradisional lainnya (Disbudpar Halu) selain dari seni budaya maluku utara yang ada di jawa barat adalah Bobase adalah permainan tradisional muda-mudi tempo dulu. Pada permainan yang dimainkan oleh 8 orang penari ini dilantunkan syair-syair bertemakan cinta, termasuk penolakan bila tidak memenuhi persyaratan yang dilantunkan oleh seorang perempuan, serta juga harapan di masa depan. Permainan Bobaso diselingi dengan tarian yang gerakannya mengikuti irama musikyang sangat lambat dan bervariasi.Sebanyak 6 orang pemusik dengan menggunakan alat musik tifa, gong dan biola biasanya mengiringi tarian ini.Bobaso sepintas sangat mirip dengan tarian Dengedenge.Tarian ini hanya terdapat pada suku Tobelo, galelan Loloda. Utuhnya seni budaya Maluku Utara yang sangat kental dan terjaga keunikannya adalah berkat mahasiswa Ternate salah satu putra daerah maluku Utara dari Universitas Seni budaya yaitu Adi dan Timen, ia adalah koordinator pemegang ide dan tapuk pelestarian seni budaya yang ada di Jawa barat agar lebih berkembang kedepannya.
Yang lebih menonjol seni budaya ternate maluku utara, adalah rasa tanggung jawab keterikatanya sebagai wujud rasa cinta terhadap salah satu penerus regenerasi seni budaya nenek moyang masa dulu. sehingga persatuan dan kesatuan tetap utuh sampai sekarang (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *