Kepala Pasar jarang ditempat Pasar Tak Terawat

20140618_150625

20140619_080939Banggai-BIN, Kondisi Pasar Kabupaten Banggai Laut sangat memprihatinkan. Pasar yang menyediakan berbagai kebutuhan sandang, tekstil serta bolo pecah dan menjadi salah satu penyumbang terbesar PADS, ternyata kondisinya tidak terawat. Banyak motor dan sepeda bebas berkeliaran masuk pasar. Bahkan banyak pedagang kaki lima (PKL) beroperasi di dalam pasar. Kini kondisi pasar tidak lagi nyaman. Saat Kordinator Wilayah Sulteng Media Berita Investigasi Nasional mencoba untuk konfirmasi hanya menemui salah seorang staffnya.
“Kepala Pasar tidak ada ditempat dan sedang berangkat ke Propinsi Palu…” Ujarnya
Kondisi pasar tersebut memang semrawut dan tidak terawat. Bayangkan, sepeda dan sepeda motor banyak diparkir di gang, depan los atau kios pasar. Begitu pula pedagang kaki lima yang semula dilarang masuk, kini bebas beroperasi di dalam pasar dan hanya diwajibkan membayar retribusi. Pembeli yang berbelanja juga tidak nyaman, karena terlalu sesak sehingga suhu di dalam pasar cukup panas.
Komunikasi antara pedagang dan pengelola pasar tidak berjalan lancar. Penyebabnya kantor pasar Kabupaten Banggai Laut Kota ini tidak memiliki fasilitas telepon. Mengherankan memang. Pedagang kalau ada urusan dengan kepala Pasar sulit untuk ditemui karena jarang berada dikantornya dan lebih sering berada di Kantor Pemda. Lama-kelamaan pedagang malas harus naik-turun. Untuk efektivitas kerja, mestinya cukup dibicarakan lewat telepon. Tapi kantor tidak memiliki fasilitas telepon.
Kami menghimbau Dipenda minta bantuan Satuan Polisi Pamong Praja untuk penertiban lingkungan pasar. Jika kondisi dibiarkan semrawut dan PKL banyak dibiarkan masuk, akan mengganggu harmonisasi kehidupan pasar. Saat ini sudah banyak pedagang mengeluh. Sebab PKL dari luar yang masuk hanya diwajibkan membayar retribusi. Adapun pemilik kios/toko dan los di pasar, selain membayar sewa tahunan juga dikenai retribusi harian serta iuran kebersihan.
Tim Media BIN pernah mengusulkan agar 40% dari pendapatan yang diperoleh dari pasar dikembalikan lagi untuk biaya perawatan ataupun rehab pasar. Dengan harapan kebersihan dan keindahan pasar tetap terjaga. Bahkan usulan tersebut telah disampaikan ke Pemkab Banggai Laut dan Dipenda, tapi sampai sekarang belum ada tanggapan.(Agus Cokro)

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment