Kantor Kemenag Polman Terbengkalai

kantor kemenagSULBAR (BIN).- Meski telah menghabiskan dana sekitar Rp 8 miliar lebih yang bersumber dari APBN tahun 2012 dan 2013 tetapi kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar provinsi Sulbar hingga sekarang belum selesai pembangunannya alias terbengkalai. Padahal dikerjakan sejak tahun 2012 dengan dua tahap, yakni ketika masih periode Sahabuddin Kasim sebagai kakanwil Kemenag ketika itu dan dilanjutkan HM.Dinar Faisal sebagai Plt, Kakanwil yang dikerjakan dua kontraktor yang dipesana khusus sendiri mantan Kakanwil Sahabuddin Kasim dari Manado, Sulut, yang diduga kerabatnya sendiri kemudian pada tahap kedua dimenangkan oleh kontraktor lokal pimpinana Ali Gahar tetapi lagi-lagi proyek miliaran itu tidak bisa menyelesaikan kantor tersebut. Akibat terlambatnya penyelesaian kantor kemenag Polman itu sehingga berdampak terhadap tidak maksimalnya pelayanan terhadap publik lantaran pegawai kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar (Polman) berlainan tempat dan menyulitkan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan, disamping harus menambah kost tambahan biaya bagi warga tidak memiliki kendaraan pribadi juga menyita waktu cukup lama. Dapat dibayangkan, Kakan Kemenag berkantor di samping Puskesmas Pekkabata sekitar 200 meter dari kantor Kemenag sekarang, sebagian juga berkantor di perpustakaan masjid Suhada Pekkabata (ex kampus Unasman) khusus Seksi Urusan Jamaah haji berkantor di depan SMAN 1 Polewali dan Seksi Mapenda tetap dalam kawasan kantor Kemenag Polman.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama provinsi Sulbar, H.Muhdin, S.Ag, M.Pd.I yang dikonfirmasi BIN di ruang kerjanyadi Mamuju belum lama ini tentang tersendaknya pembangunan kantor Kementerian Agama Kabupaten Polman. Menurut Muhdin, sesungguhnya masalah pembangunan kantor Kementerin Agama Kabupaten Polman dirinya tidak terlalu memahami karena kegiatan ini sudah ada sebelum menjadi Kakanwil Kementeria Agama provinsi Sulbar. “ Saya tidak bisa berkomentar banyak tentang hal itu, jangan sampai ditanggapi salah karena memang saya tidak mengetahui persoalan tersebut”, tandas Muhdin.
Tetapi sebagai penanggung jawab dikantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar yang baru, kata Muhdin, tentunya tetap melakukan upaya memperjuangkan kepada Kementerian Agama RI di Jakarta agar ditambahkan anggaran untuk penyelesaian pembangunan kantor Kementeria Agama Kabupaten Polman. Dari upaya itu, pihaknya diberi anggaran tambahan sebanyak Rp 300 juta, tetapi hanya sampai Rp 250 juta karena selebihnya harus dikembalikan ke negara sebagai pembayaran pajak, kata Muhdin.
Lebih jauh mantan Kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa mengatakan, proses tendernya sudah selesai dan dimenangkan oleh salah seorang rekanan/kontraktor. Hanya saja Muhdin tidak mengetahui pasti nama kontraktor pemenang tender penyelesaian kantor kementerian Agama Kabupaten Polman. “ Saya tidak mengetahui nama kontraktor pemenang tender proyek itu. Yang jelas, sudah ada kontraktor sisa menunggu waktu mereka melakukan aktion di lapangan”, ungkap Muhdin, sembari menambahkan, tahun 2014 ini kantor tersebut sudah bisa difungsikan dengan baik.
Dari sejumlah kalangan elemen masyarakat kepada BIN menilai kalau dana digunakan untuk pembangunan kantor Kementerian Agama Kabupaten Polewali Mandar (Polman) dengan jumlah dana mencapai Rp 8 miliar itu, yang bersumber dari APBN tetapi belum selesai pembangunanannya adalah tidak wajar dan patut diduga kalau kegiatan fisik itu diduga ada ‘Mark Up” sehingga dihimbau kepada penegak hukum di daerah ini mengusut tuntas tentang dugaan adanya “Mark UP” proyek miliaran tersebut. (Andira – M.Husain/BIN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *