Walikota Batam Gandeng PLN Dalam Diskusi Publik Perihal Penyediaan Ketenaga Listrikan Di Batam

PLN1

PLN2Batam, (BIN).- Pemko Batam mengandeng PLN Bright Batam dalam acara diskusi Publik kondisi dan masalah penyediaan ketenagalistrikan di Batam. Dalam acara (16/05/14) Lantai IV Pemko Batam yang di Buka oleh Sekda Kota Batam Agussaiman. SH dan di hadiri Ketua Kadin Batam Maruf, Pihak OB/ Badan Kawasan yang di wakili Dwi, Kepala Disperindang Batam Amsakar, Kepala Dinas Tenaga Kerja Batam Zelfriadi , Walapolreta Barelang,Wadan Lanal Batam dan sejumah LSM dan Ormas dan perwakilan masyarakat.
Dalam diskusi Publik sebagai narasumber koperasi PLN yaitu PLN Bright Batam yang di hadiri Dadan Kurniadipura sebagai Prisident Director PT Pelayanan Listrik Nasional Batam. Salah satu perwakilan masyarakat kota Batam Asmawi warga Bengkong menginginkan transparansi di tubuh PLN itu sendiri, ketika tariff listrik meminta dan memohon kepada DPRD untuk mengesahakan perda oleh pemko dengan adanya suatu hal di ujung perda tersebut seperti tarik ulur dan mengecam Pak Dadan jangan lari dari kenyataan.
Dadan Kurniadipura President Directur PT Pelayanan Listrik Nasional Batam melalui Humas Hoirull mengatakan Diskusi Publik diselenggarakan oleh Pemko Batam, kami bertindak selaku nara sumber dan kami PLN Brigth Batam memaparkan kondisi dan permasalahan penyedian tenaga listrik di Batam, karena ini sifatnya diskusi tidak ada kesepakatan apapun selain masukan, saran dan pendapat dari seluruh elemen masyarakat, pelangan, dan pemerintahan tentang ketenagalistrikan di Batam. Ketika disinggung mengapa tidak ada di hadiri pihak PGN dan BPK RI ?
Hoirull mengatakan PLN Bright Batam anak Perusahan PLN yang berada di Batam khususnya menyediakan pembangkit Listrik sampai Rempang, Galang Kota Batam. PLN Bright Batam bukan mengunakan Anggaran APBN dan karyawan dari PT Persero hanya beberapa orang aja yang di perbantukan di PLN Bright Batam. Sekarang PLN Bright Batam telah menaikan tarif Listrik berdasarkan rekomendasi Walikota .
Esti dan Edi warga Nongsa menyayangkan kenaikan tarif listrik oleh PLN dan Walikota Ahmad Dahlan, karena perekonomian di Batam sangat sulit saat ini tidak mendukung ke golongan bawah ditanbah lagi bahan pokok sangat liau biasa mahalnya seperti saat ini harga beras mencapai satu kampil yang berisikan 20 Kg 225.000 dan juga rata-rata masyarakat kota Batam pekerja Swasta yang tidak bisa labil dari gaji yang di dapat.
Edi juga mengutarakan beban kehidupan di Batam saat ini tidak mendukung perekonomian masyarakat. Edi juga meminta penegak hukum harus mengukafkan fakta dari segala bentuk keganjilan di PLN Bright Batam, dan juga tenaga Listrik sudah menjadi kebutuhan pokok. Kalau keadaan seperti ini di Batam, ia mengharafkan kepada Pemerintahan Pusat atau Negara memberikan Subsidi Ginset untuk penerangan dan kebutuhan rumah tangga di Kota Batam. Dalam hal ini tenaga ahli BPK RI mengaudit dan memberikan hasilnya kepada penegakan hukum( A.RIANTO )

Editor Media binpers.com

Berita terkait

Leave a Comment