TIPIKOR Dalami Keterlibatan Oknum Anggota Dewan, Dalam Kasus Korupsi Proyek Pengadaan Multimedia yang merugikan Negara berkisar Rp. 400 juta

Sampit, (BIN).- Polres Kotawaringing Timur awalnya sudah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus Korupsi proyek pengadaan alat pembelajaran (Multimedia) untuk tingkat SLTA sederajat tahun anggaran 2008 pada dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Kotawaringin Timur yakni HM. Ibrahim dan Damanik ( Pegawai Disdik Kotim).
Tidak lama berselang Calon Irangon (Mantan Kabid Disdikpora Kotim) yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim juga turut jadi tersangka, berkas Perkara mereka beberapa kali bolak balaik (P18 – P 19) dari Polres Kotim ke Kejari Sampit.


Kerja keras Pihak Polres Kotim untuk mendalami kasus ini patut di acung jempol, mereka berhasil menyeret Yanero Mantan Kepala Dinas Dikpora Kotim yang saat ini masih menjabat Kepala BKD Kotim sebagai Pesakitan dan bahkan teka-teki yang masih belum terjawab mungkin nantinya ada keterlibatan Anggota DPRD Kotim berinisial RR akan diseret dalam kasus ini.
Informasi yang berhasil dihimpun Berita Investigasi Nasional saat ini Tim yang berbaju Coklat terus fokus mendalami kasus ini setelah berhasil menjerat empat orang tersangka lainnya mereka membidik salah seorang Anggota DPRD Kotim berinisial RR yang sering disebut-sebut ikut terlibat merugikan Negara berkisar Rp.400 juta.
Sebagaimana telah kita ketahui bahwa RR bakal duduk kembali dikursi DPRD Kotim pada periode mendatang yang berhasil berjuang dalam Pilek pada dapil V baru – baru ini , Menurut Kapolres Kotim AKBP HIMAWAN BAYU AJI,SIK MH “Yang bersangkutan sudah pernah diperiksa namun saat ini yang bersangkutan belum ditetapkan sebagai tersangka, kita lihat dulu dan ini tergantung hasil penyidikan, mungkin dalam waktu dekat kami akan lakukan gelar perkara” kata Himawan dihadapan awak media (22/5).
“Kalau yang bersangkutan kuat dinyatakan terlibat, sudah mengarah ke tersangka pemeriksaan bisa satu kali bisa juga lebih , maka kami akan sampaikan juga secara resmi,” tukasnya.
Semua tersangka dalam kasus ini sempat bernapas lega untuk beberapa hari karena rencana pelimpahan berkas (22/5) perkara tahap II oleh Penyidik Polres Kotim masih ditunda ,ditambahkan Kasat Reskrim Polres Kotim AKP WIM WIDYANTO mewakili Kapolres ”Dari hasil koordinasi dengan pihak Kejaksaan Negeri Sampit pelimpahan berkas akan dilaksanakan pada (25/5).
Menurut Kepala Kejaksaan Negeri Sampit NANANG IBRAHIM SALEH melalui Kasi Pidsus YAN SYARIPUDIN ketika dikonfirmasi via telpon (21/5) oleh awak media membenarkan hal tersebut.
”Pada intinya kami selalu siap kapan saja berkas tahap II itu dilimpahkan, sebenarnya berkas tahap II seyokyanya dilimpahkan hari ini (21/5) karena suatu hal mengingat masih ada satu tersangka yang diketahui sakit akhirnya pelimpahan itu ditunda, kini kami tinggal menunggu dari Polres saja kapan berkas itu dilimpahkan,”tegasnya.
Wakil Bupati Kotim HM.TAUFIQ MUKRI sempat dibincangi awak media beliau masih bingung dan belum menyiapkan siapa pengganti YANERO & CALON ,”Apakah penggantinya dari orang dalam atau staf ahli saat ini belum ditentukan sabar dulu, setelah hari penahanan mereka akan kami non aktifkan,” Kata Taufiq. (To)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *