BINPERS

Berita Investigasi Nasional

Tak Mampu Atasi Kerusakan Lingkungan Kepala Bapedal Kota Batam Wajib Dicopot Jabatan

Ir. Dendi Purnomo tengah di periksa Pihak Polri dan akan di Periksa pula oleh Kejati Kepri
Ir. Dendi Purnomo tengah di periksa Pihak Polri dan akan di Periksa pula oleh Kejati Kepri
Batam, (BIN).- Sebelumnya Media BIN telah menyampaikan surat klarifikasi terkait adanya temuan dan pengaduan masyarakat terkait masalah pembuangan limbah beracun yang berdampak pada pencemaran dan kerusakan lingkungan di wilayah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Contoh kasus ditemukan adanya tempat illegal yang sejak lama dijadikan pembuangan limbah berbahaya mengandung unsure B-3 tepatnya sebidang tanah kosong yang berada di belakang gudang, diwilayah kecamatan Sekupang. Lokasi tersebut sudah sejak lama digunakan tempat pembuangan limbah besi yang sangat berbahaya dapat menimbulkan kerusakan pada lingkungan.

Dari keterangan warga setempat, pembuangan limbah tersebut dilakukan oleh perusahaan secara diam-diam dan hal itu sudah lama berlangsung, meskipun masyarakat sejak lama telah mengetahui adanya aktipitas tersebut namun warga tidak bisa menghentikan, karena lokasinya ada di sekitar perusahan dan dibelakang itu terdapat sebuah parit yang cukup sepi dari pengawasan penduduk setempat.
Sekarang ini kabarnya bahwa Ir. Dendi Purnomo tengah di periksa Pihak Polri dan akan di Periksa pula oleh Kejati Kepri terkait adanya sejumlah laporan masyarakat baik LSM maupun awak media sebagai control social meski sampai sekarang Kepala Bapedal Kota Batam Ir. Dendi Purnomo belum bersedia terhubung untuk memberi komentar soal ditemukan adanya kegiatan korporasi yang berdampak pada pencemaran dan kerusakan linglungan.
Pemerintah Kota Batan dalam hal ini sebagai pihak yang berwenang untuk menjalankan regulasi pelaksanaan Undang-undang No. 32 Tahun 2009 untuk melakukan penertiban, pengawasan dan penindakan atas pelanggaran lingkungan hidup di Kota Batam.
Sehubungan kasus ini sayangnya belum melihat keseriusan pihak pemerintah melaksanakan sesuai kewenangan penyelidikan dan penyidikan terkait pencemaran Lingkungan Hidup dan Limbah sisa produksi yang bersumber dari kegiatan Perusahaan-perusahaan yang beroprasi didiwilayah Kota Batam.
Dari keterangan dan data yang diperoleh Media BIN mengindikasikan adanya pembangkangan pada UU Lingkungan Hidup No. 32 Tahun 2009 Pasal 78 dan Tindak Pidana Pasal 112 terkait kerusakan Lingkungan. Seperti ditemuka kasus pembuangan limbah pasar di tempat lahan Kosong yang terletak di Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji,Kota Batam yang kini dipasang pita PPNS Bapedal Kota Batam, dimana lokasi lahan kosong tersebut sekarang dijadikan tempat pembuangan limbah Pasar yang dimusnahkan dengan cara melakukan pembakaran.
Sedangkan indikasi pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh sejumlah korporasi yang dimaksud adalah: PT. ASIA FOUNDRY, Tanjung Uncang Kecamatan Batu Aji. Menghasilkan Limbah Cair/Chemical sejanis oli dan Solar. PT. Laba Mas Makmur. Ruko Tiban Sekupang. Menampung Limbah Coper Slang yang diduga tidak mempunyai izin dan Bapedal Kota Batam sendiri memberikan rekomendasi untuk dikeluarkan ke-penampung Limbah sementara di Kecamatan Nongsa. PT.Buana di Kecamatan Sekupang menghasilkan Limbah Sisa Produksi Redimix yang di buang mentah ke Laut telah mengakibatkan tertutup terumbu karang. Kemudian pencemaran di Kawasan lndustri Walakaka, Kecamatan Batam Kota disana dipergunakan untuk penampungan limbah Coper Slag tanpa perizinan dari Bapedal Batam (A.Rianto)

One thought on “Tak Mampu Atasi Kerusakan Lingkungan Kepala Bapedal Kota Batam Wajib Dicopot Jabatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *