Bunuh Diri Loncat dari Tiang Gagal….. Pakai Gunting gagal Juga

Aksi Dramatis Ahmad Dul Imron Yang Nekad Mencoba Mengakhiri Hidupnya

ABKSAMPIT-KALTENG,(BIN).- Aksi nekat yang dilakukan AHMAD DUL IMRON anak buah kapal (ABK) Khatulistiwa-8 yang mencoba untuk mencoba bunuh diri melompat dari tiang kapal setinggi 15 meter berhasil digagalkan , ternyata masih nekat saja untuk mengakhiri hidupnya dengan menusukan gunting ditubuhnya pada (8/5).
Informasi yang berhasil dihimpun awak media Korban saat ini dirawat di RSUD Dr.Murjani Sampit ruangan Melati kelas III ,dari keterangan rekan korban Ferry yang juga ABK Kapal tersebut mengatakan bahwa Imbron masih saja nekat mau mengakhiri hidupnya dengan menusukan gunting ditubuhnya sesaat setelah di evakuasi, beruntung aksi nekat ini sempat digagalkan kembali, “Korban sempat mengamuk loncat dari tempat tidur mengambil gunting mau bunuh diri,” jelas Ferry.


Masih beruntung aksi nekat tersebut berhasil digagalkan rekan korban yang menjaganya dengan sigap, melihat aksi tersebut dokter yang menangani korban langsung melakukan suntikan untuk penenang mengantisipasi amukan Imron, kondisi imron hingga kemarin masih saja belum stabil, belum bisa diajak komunikasi, dari keterangan kerabatnya korban sudah mau makan dan ke kamar kecil.
Sampai berita ini diturunkan terkait dengan aksi nekat yang ingin dilakukan Korban motif ingin bunuh diri masih misteri, rekan-rekan korban ada membenarkan bahwa Kapal mereka belum bisa kembali ke Surabaya karena muatan pupuk dikapal mereka belum habis dibongkar, kuat dugaan korban stres tidak dapat mengendalikan dirinya setelah sebelumnya menerima telepon dari keluarganya di Surabaya mengabarkan bahwa ayahnya Imron menderita sakit Rematik dan tidak bisa jalan.
Dari informasi yang berkembang imron baru satu bulan bekerja menjadi ABK di Kapal tersebut, Imron belum pernah berlayar jauh seperti sekarang ini, “biasanya dia hanya berlayar disekitar Surabaya saja tidak pernah lama sampai berbulan-bulan tidak pulang, setiap minggu dia ketemu keluarga,” ungkap Rekannya Deny.
Sempat beredar kabar bahwa Imron merasa mendapat ancaman, namun hal itu buru-buru dibantah rekannya, Imron sempat saja bermain kartu dengan rekannya,” Imron memang seperti buang perangai, sempat ngomong dengan madornya bahwa kalau dirinya meninggal agar Jenajahnya dikirim ke keluarganya di Surabaya,” jelas Ferry.
Menurut Kapolsek KPM Sampit Iptu Dhony DH pihaknya belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Imron karena konsinya masih belum stabil, namun pihaknya masih berupaya maksimal untuk memantau dan menjaga korban. “ Saat ini kami belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Imron karena kondisi yang bersangkutan belum stabil dan kami masih berjaga-jaga,” Ungkap Dhony. Dari Pantauan Wartawan Berita Investigasi Nasional kondisi Imron masih lemah,lemas dan tetap dalam ruangan perawatan RSUD Dr.Murjani Sampit. (Tim/Kalteng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *