Dr. Ratna Masuk Penjara Menyusul 3 tersangka lainnya dalam kasus korupsi yang merugikan Negara 3,9 milyar Rupiah

Keterangan Gambar : Dr.Ratna Yuniarti ( rompi oranye ) dikawal Pengacara dan Petugas Dari Kejaksaan Negeri Sampit keluar dari Ruang Penyi­dikan menuju Mobil Tahanan  dan Akan diantar ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB  Sampit.
Keterangan Gambar : Dr.Ratna Yuniarti ( rompi oranye ) dikawal Pengacara dan Petugas Dari Kejaksaan Negeri Sampit keluar dari Ruang Penyi­dikan menuju Mobil Tahanan dan Akan diantar ke Lembaga Pemasyarakatan kelas IIB Sampit.
SAMPIT,KALTENG – BIN. Kejaksaan Negeri Sampit Kalimantan Tengah hari ini (27/1) kembali menahan mantan direktur rumah sakit umum Dr.Murjani periode tahun 2012 Dr.Ratna Yuniarti, setelah dilakukan proses penyidikan menyusul direktur RSU Dr.Murjani yang baru Dr.Yuendri Irawanto, keduanya saat ini di tetapkan sebagai tersangka dalam kasus Korupsi pengadaan Alat kesehatan (alkes) senilai 3,9 Milyar Rupiah.
Menurut Sangga Sidauruk, SH Pengacara Dr. Ratna dalam pembelaannya mengungkapkan,”Semua sudah dijelaskan sesuai pertanyaan, apa yang disangkakan terhadap kliennya kurang pada tempatnya sebab Dr.Ratna sebagai kuasa pemegang anggaran KPA sudah tidak menjabat lagi sejak tanggal 04 Oktober 2012 dan sudah diganti direktur yang baru Dr.Yuendri”, katanya.
Menurut Karyadie, SH Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sampit tersangka saat diperiksa dijajal dengan 47 pertanyaan sebagai kuasa pemegang anggaran (KPA) dalam kasus pekerjaan pembelian alat kesehatan rumah sakit Dr.Murjani Sampit tahun 2012 menggunakan dana APBN sebesar 20 milyar Rupiah lebih , akibat itu tindakan tersangka dan rekan-rekannya diduga telah merugikan Negara mencapai 3,9 milyar Rupiah , tersangka mulai hari ini (27 Januari 2014) ditahan 20 hari ke depan sejak ditetapkan sebagai tersangka pemeriksaan terkait perencanaan sampai berakhirnya masa jabatan selaku kpa dari dr.Ratna ke Dr.Yuendri.(to)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *