Kecewa Atas Kinerja Polantas Polres Polman

mobil kijang 2mobil kijangPOLEWALI- POLEWALI- BIN. Rusli, warga desa Salubarana kecamatan Sempaga Kabupaten Mamuju provinsi sulbar mengaku kalau dirinya merasa dirugikan pihak anggota Polantas Polres Polman karena mobilnya yang disenggol oleh mobil pemadam kebakaran milik pemkab Polman kini diamankan pihak Polres Polman sejak tanggal 21 Desember 2013 lalu.
Rusli, kepada Media BIN kemarin menjelaskan kronologis peristiwa yang dialami, saat dirinya bersama sopir dalam perjalanan dari Mamuju membawa penumpang menuju pasar senteral Pekkabata Polewali dengan Nomor Polisi DC 1016 AA merk Kijang yang sekarang diamankan di Mapolres Polman sejak tanggal 21 Desember 2013 tetapi hingga sekarang belum ada tanda-tanda penanganan secara serius dari penyidik Polantas Polres Polman Polda Sulselbar.
Kronologis kejadiannya menurut Rusli, peristiwa tersebut terjadi di desa Lagiagi kecamatan Campalagian, ketika mobilnya mencoba melewati sebuah mobil truk yang diparkir disekitar TKP tetapi tidak terlihat sebelumnya kalau dari arah Polewali sebuat mobil Pemadam Kebakaran melaju dengan kecepatan tinggi karena adanya peristiwa kebakaran disalah satu wilayah di Kabupaten Polman.“ Saya mencoba menghindar karena dari depan juga ada pengendara motor tetapi karena kecepatannya tinggi mobil saya tersenggol dan mengalami kerusakkan cukup serius pak”, ujar Rusli denga nada sedikit kecewa atas sikap pihak Polantas Polres Polman yang terkesan lamban menangani kasus lakalantas tersebut.
Rusli juga mengaku kalau mobilnya dibawa ke Mapolres Polman atas perintah oknum anggota Polantas Polres Polman, Yohannes sebagai penyidik olah TKP. Dimaksudkan untuk dilihat kerusakannya. Tetapi anehnya, hingga sekarang belum ada keseriusan pihak Polres Polman dalam melakukan proses penyidikan tentang peristiwa lakalantas itu. Bahkan mobilnya yang diantar langsung ke Mapolres Polman atas permintaan oknum Yohannes tidak diberikan keterangan sebagai bukti proses penyidikan kasus lakalantas itu. “ Sejak mobil saya diamankan di Mapolres Polman, saya sangat dirugikan karena mobil itu masih dalam angsuran yang setiap bulannya mencapai sekitar Rp 3 juta. “ Saya berharap kepada Kasat Lantas Polres Polman agar segera melakukan proses penyidikan biar ada titik terang, siapa yang salah atau benar”, pinta Rusli.
Secara terpisah, Kasat Lantas Polres Polman, AKP Laode Idris yang hendak dikonfirmasi media BIN mengalami jalan buntu karena tidak bersedia memberi keterangan Pers tentang kasus tersebut.
“ Saya lagi capek pak, silahkan hubungi dinas Tarkim karena dia lebih mengetahui masalah ini”, ujarnya sambil berjalan naik ke mobilnya. Rabu kemarin media BIN mencoba menghubungi lagi tetapi gagal lagi. Baik Kanit Lakalantas Huharijanto maupun penyidiknya, Erpan H tidak bersedia memberi keterangan pers karena keduanya adalah pejabat baru. “ Saya ini pak baru menjabat kanit lakalantas,” sedangkan Erpan H mengatakan baru saja masuk karena lagi sibuk melakukan kegiatan opreasi lilin 2014, yang jelas LPnya sudah ada di bagian lakalantas Polres Polman dan sementara dipelajari.
Sementara Kadis Tarkim Polman, Ir.Edy Wibowo yang dihubungi Media BIN diruang kerjanya membenarkan kalau mobil pemadam kebakaran mengalami sedikit gangguan karena bersenggolan dengan mobil milik Rusli di Campalagian kabupaten Polman sehingga nyaris saja mobil pemadam kebakaran itu terbalik lantaran harus memburu waktu untuk memadamkan peristiwa kebakaran di salah satu wilayah, namun Edy Wibowo tidak menyebut secara detail lokasi kebakaran yang dimaksud.
Menurut Edy Wibowo, sesungguhnya pihaknya tidak masalah kalau dilakukan perdamaian di depan polisi tetapi kalau kasus ini mau dilanjutkan ke Pengadilan, pihaknya juga siap karena pihaknya melakukan prosedur itu sesuai dengan ketentuan, apalagi menyangkut orang banyak kita harus melayaninya dengan baik. “ Kita serahkan saja kepada pihak polisi yang menangani kasus lakalantas ini,” kata Edy Wibowo.(andira/Husain Samar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *