MENGENTASKAN KEMISKINAN (Mengorbankan Orang Miskin ?)

Oleh : DEBI CINTYA E

DEBY CINTYA(KORESPONDEN)Dilihat dari kehidupan yang ada di Indonesia mungkin sangat amat menyedihkan dan meprihatinkan. Mengapa demikian ???
Indonesia sebagai Negara yang sedang berkembang. Untuk mendapatkan predikat sebagai Negara maju Indonesia harus berusaha keras dan memperbaiki serta membuat perubahan dari berbagai aspek yang masih kurang . Mungkin dengan cara membangun fasilitas untuk meningkatkan fasilitas publik guna memberantas kemiskinan.


Di Negara maju fasilitas publik sangat di nomor satukan, Indonesiapun mencoba itu. Contohnya di Jakarta dengan membuat bus Transjakarta dan jalurnya, mengadakan jalur 3in1, dan memperbaiki transpotasi yang tidak layak menjadi transportasi yang lumayan layak. Itu satu upaya pemerintahan Indonesia untuk memperbaiki permasalahan yang ada di Indonesia.
Alasan yang mengatakan kehidupan masyarakat Indonesia menyedihkan dan memprihatinkan adalah karena kehidupan yang tidak layak yang terjadi oleh sebagian besar penduduk Indonesia. Program pemerintah mengenai penggusuran para PKL adalah salah satu bentuk untuk membersihkan kaki jalan yang ada di ibu kota, untuk sebagian pihak itu adalah penyelesaian yang baik. Tapi bagi para PKL itu sebuah bencana yang menimpa mereka, karena mata pencaharian mereka adalah berjualan, sedangkan tempat mereka jualanpun tidak ada. Untuk daerah ibu kota Jakarta, Jokowi mempersiapkan lahan untuk para PKL berjualan, sedangkan di kota-kota lain belum ada penyelesaian dan tempat pengganti untuk PKL berjualan.
Pemerintah seakan menutup mata dengan masyarakat miskin. Kebijakan-kebijakan pemerintah seperti BLSM dan Raskin pun tidak berpengaruh untuk masyarakat miskin, karena BLSM sering di salahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, anggaran yang seharusnya di terima oleh masyarakatpun tidak sesuai dengan anggaran yang telah di tetapkan oleh pemerintah. Dari pada memberikan bantuan berupa uang, lebih baik pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan, agar jumlah pengangguran di Indonesia berkurang, dan angka kemiskinanpun otomatis berkurang. Dan Raskinpun sebenarnya tidak layak untuk di konsumsi bagi sebagian masyarakat, kelayakan berasnyapun harus diperhatikan, beras yang di bagikan kepada masyarakat beras yang sudah berkutu dan bau, maka tidak sedikit orang yang mengeluh sakit perut karena memakan beras itu.
Inilah yang memprihatinkan, seharusnya pemerintah membangun fasilitas-fasilitas untuk masyarakat, misalnya membangun lapangan pekerjaan, dan membangun sekolahan. Karena masyarakat selain miskin ekonomi tidak sedikitpula masyarakat yang berada dalam kebodohan. Pembangunan di Indonesia nampaknya bukan untuk mengentaskan kemiskinan, akan tetapi mempermiskin orang miskin.
Sebagai warga Indonesia yang baik, harusnya kita mengingat kembali pasal 27 ayat 2 yang berisikan tentang “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan”. Di perjelas juga oleh pancasila sebagai pedoman Negara, apalagi mengingat sila ke-5 yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Yang di sebutkan adalah seluruh bukan sebagian ataupun bukan untuk kalangan tertentu. Melainkan untuk semua masyarakat Indonesia, itu yang harusnya kita ingat.
Indonesia nampaknya harus memikirkan tahapan-tahapan yang tepat untuk Negara kita supaya kita bisa mendapat predikat sebagai Negara yang maju tanpa harus ada yang dikorbankan. Itu yang menjadi tugas masyarakat Indonesia. (DEBI CE)

Satu tanggapan untuk “MENGENTASKAN KEMISKINAN (Mengorbankan Orang Miskin ?)

  • 27 Desember 2013 pada 19:12
    Permalink

    Setuju, banyak anggaran dihabiskan pemerintah pusat dan daerah untuk kegiatan yang tidak penting, program-program pengentasan kemiskinan tidak berkualitas, orang pusat sok pintar buat program tapi akhirnya gagal, bangunlah infrastruktur yang layak, terutama diluar jawa, benahi tataniaga, reformasi pemberian kredit perbankan yang pro rakyat kecil, ciptakan kurikulum yang berstandar internasional dan banyak lagi, jangan hanya ngurus politik , Pilkada, Caleg …..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *