Kelompok Tani “ Maka Tani “ di duga Rekayasa

MARKA TANI PT PAKRIN yang bergerak di bidang hak pengusahaan hutan tanaman industri ( HTI) melakukan penanaman pohon Akasia, bertempat di areal PT . PAKRIN di blok Belagan Petak 02.16.17.07 dan 08 di dalam kawasan hutan produksi tetap bayat Desa Muara Bahar Kec. Bayung Lincir Kabupaten Banyu Asin, Propinsi Sumsel Palembang, yang didasarkan atas hak perizinan berupa keputusan Menteri Kehutanan No.226/KPTS – II /1998, tanggal pemberian hak pengusahaan hutan tanaman industri seluas ± 43.380 Ha di propinsi Sumsel Palembang , lokasi HTI berbatasan dengan lahan perkebunan sawit milik warga desa Muara Bahar, Kecamatan Bayung Lincir Muba Sumatera Selatan dan berbatasan dengan lahan sawit milik warga desa Sungai Bahar, serta lahan sawit warga desa Tanjung Lebar Kabupaten Muaro Jambi.

7Aktifitas penebangan pohon Akasia menggunakan alat-alat berat seperti BULDOZER dengan tujuan membuat areal perkebunan Kelapa Sawit, tindakan ilegal oleh Pengusaha PT. Sumber Teknik yang didanai oleh Liyanto sudah diperingatkan oleh PT.PAKRIN, namun hal itu tidak pernah diindahkan oleh Lianto dan Tohir pengusaha PT. Sumber Teknik, sehingga pihak PT.PAKRIN melaporkan perbuatan Lianto dan Tohir itu kepada Polres Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
Akibat perbuatan dari lianto ini PT.PAKRIN menderita kerugian Rp. 7 Miliyar lebih. Perbuatan tersebut diatur dan diancam pidana pasal 71 ayat 270 pasal 50 ayat 3 huruf a UU No 41 Tahun 1999 tentang kehutanan , yakni setiap orang dilarang menebang pohon atau mengerjakan atau memungut hasil hutan atau menduduki kawasan hutan tanpa memiliki hak dan dan izin dari pihak pejabat yang berwenang. Akhirnya Tohir di tahan melalui sidang di pengadilan Negeri Sekayu dengan vonis 8 bulan penjara dan denda Rp.500 juta dengan Ketua majelis Yudi Noviandri SH.M,H.
Setelah setahun Tohir keluar dari Tahanan Lembaga Pemasyarakatan , kembali Tohir ingin menguasai Kebun Kelapa Sawit tersebut, yang pada saat itu warga Muara Bahar telah mengolah kebun tersebut selama Tohir berada di Lembaga Pemasayarakatan,
Warga Muara Bahar ingin mengambil alih kebun kelapa sawit tersebut dari PT Sumber Teknik dengan alasan perusahaan tersebut menguasai kebun kelapa sawit itu tanpa ada Izin dari pihak kehutanan dan pemerintah Propinsi Sumatera Selatan Palembang di tambah lagi Tohir terbukti merekayasa/memalsukan data kelompok tani “ MAKA TANI “ .
Pembuatan data kelompok tani “ MAKA TANI “ yang dibuat Tohir pada tanggal 25 Maret 2011 dan diketahui Kepala Desa Muara Bahar Herman Said serta Camat Bayung Lincir Drs. Busta Tamil Arifin NIP, ternyata Tohir Bin Medi statusnya tahanan Lembaga Pemasyarakatan Negeri Banyu Asin Palembang, jelas Tohir melakukan Rekayasa / pemalsuan Surat Pembentukan Kelompok Tani di RT 07 Desa Muara Bahar. Menurut Cikwan ketua RT 07 Muara Bahar , surat kelompok Tani RT 07 tersebut jelas palsu, maka warga telah membuat surat pengaduan kepada Kapolda Sumatera Selatan Palembang,agar Tohir Bin Medi segera diperiksa dan ditahan dengan tuduhan pemalsuan Surat Kelompok Tani RT 07 dan perambahan hutan milik HGU PT PAKRIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *